RI News. Wonogiri— Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Kabupaten Wonogiri kembali memenuhi jadwal rutin kegiatan donor darah di Yayasan Baitul Izza, Kecamatan Jatipurno, pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang digelar di gedung yayasan tersebut konsisten mendapat respons positif dari masyarakat setempat, dengan jumlah pendonor mencapai 50 hingga 70 orang setiap kali jadwal berlangsung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UDD PMI Wonogiri untuk menjaga ketersediaan stok darah di wilayah Kabupaten Wonogiri dan sekitarnya. Donor darah sukarela menjadi pilar utama dalam memenuhi kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan kasus darurat, operasi bedah, serta perawatan pasien dengan penyakit kronis seperti thalassemia dan anemia berat.
Dr. Hery, petugas dari Unit Donor Darah Kabupaten Wonogiri, menekankan pentingnya pendekatan sukarela dalam kegiatan ini. “Donor darah sukarela adalah tindakan memberikan darah secara sukarela tanpa imbalan finansial. Kegiatan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit, terutama dalam situasi darurat, operasi, dan perawatan penyakit,” ujarnya.

Proses pengambilan darah sendiri berlangsung relatif singkat, yakni sekitar 10 hingga 15 menit. Pendonor duduk dengan nyaman dibantu tenaga medis berpengalaman. Setelah donor, peserta biasanya mendapat makanan ringan dan dianjurkan beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh.
Adapun syarat pendonor yang diterapkan mengikuti standar kesehatan yang berlaku, yaitu usia antara 17 hingga 65 tahun, berat badan minimal 45 kilogram, dalam keadaan sehat, tidak sedang menderita penyakit infeksi, serta tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang maupun obat-obatan tertentu yang dapat memengaruhi kualitas darah.
Menurut Dr. Hery, sosialisasi dan edukasi tentang donor darah sukarela masih perlu terus ditingkatkan. “Banyak masyarakat yang belum memahami betapa krusialnya peran mereka dalam menyuplai darah. Dengan meningkatkan kesadaran dan edukasi, kita bisa mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi,” katanya.
Baca juga : Truk Muat Jagung Terguling di Tanjakan Simpang Tugu 45 Wonogiri, Evakuasi Masih Berlangsung
Ia menambahkan bahwa donor darah sukarela bukan hanya tindakan mulia bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pendonor itu sendiri, seperti menjaga keseimbangan sirkulasi darah dan merangsang produksi sel darah baru. “Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan donor darah untuk menyelamatkan nyawa,” ajak Dr. Hery.
Salah satu pendonor tetap, Haryati, warga Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, mengaku telah menjalani donor darah hingga 20 kali. Awalnya ia sempat mengalami kendala. “Awalnya saya takut, sampai dua kali jadwal donor gagal karena tekanan darah saya naik. Kemudian jadwal berikutnya berhasil, lalu saya merasakan badan lebih enak. Hingga saat ini saya sudah donor dua puluh kali dan merasa nyaman,” tutur Haryati kepada pewarta di lokasi kegiatan.
Kegiatan donor darah rutin seperti di Yayasan Baitul Izza ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Wonogiri untuk terus membangun budaya donor sukarela. Dengan partisipasi masyarakat yang konsisten, diharapkan stok darah di wilayah ini tetap terjaga dan siap mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan kapan pun dibutuhkan.
Pewarta: Nandar Suyadi


