RI News. Pati – Polresta Pati menggelar apel kesiapan pelayanan dalam rangka menghadapi aksi penyampaian pendapat kelompok nelayan, Senin (4 Mei 2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati itu dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi dan diikuti personel gabungan Polri, TNI, serta instansi terkait.
Dalam arahannya, Kombes Pol Jaka Wahyudi menekankan perubahan paradigma penting dalam penanganan unjuk rasa. Menurutnya, Polri kini tidak lagi sekadar menjalankan tugas pengamanan konvensional, melainkan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kita harus kawal agar aspirasi ini tersampaikan dengan baik dan damai,” ujar Kapolresta Pati.
Ia menjelaskan bahwa tuntutan nelayan antara lain berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat di sektor perikanan, termasuk penetapan harga ikan yang lebih berpihak kepada nelayan serta dukungan kebijakan yang meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kombes Pol Jaka Wahyudi meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis di lapangan. Sikap persuasif berupa senyum, sapa, dan salam harus menjadi budaya setiap interaksi dengan massa aksi.
“Pelaksanaan kegiatan ini adalah pelayanan aksi. Kita kedepankan pendekatan humanis, tidak ada tindakan represif, dan seluruh anggota harus mampu merangkul masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memperkuat peran tim negosiator sebagai ujung tombak komunikasi. Tim tersebut akan diperbanyak dan didukung personel BKO dari Polda Jawa Tengah guna memastikan penyerapan aspirasi berjalan efektif sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
Kapolresta mengingatkan seluruh personel untuk mewaspadai potensi penyusupan pihak-pihak yang membawa kepentingan di luar tuntutan pokok nelayan. Deteksi dini dan koordinasi lintas satuan menjadi kunci keberhasilan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta menegaskan larangan tegas bagi personel yang terlibat untuk membawa senjata api maupun alat-alat yang berpotensi menimbulkan kesan represif.
Baca juga : Jurnalis di Era Banjir Informasi: Kebenaran Tetap yang Utama, Bukan Kecepatan
“Tidak ada yang membawa senjata api maupun tongkat. Kita hadir untuk melayani, bukan menimbulkan ketakutan,” tandasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyebutkan total kekuatan personel yang diterjunkan mencapai 1.456 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.040 personel Polresta Pati, 244 personel BKO Polda Jawa Tengah, serta 172 personel dari TNI, Subdenpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Damkar.
“Kekuatan personel yang dilibatkan sebanyak 1.456 personel… Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Artanto.
Dengan persiapan matang, penguatan tim negosiator, dan sinergi antarinstansi, diharapkan aksi penyampaian pendapat kelompok nelayan di Kabupaten Pati dapat berlangsung aman, tertib, serta aspirasi masyarakat tersalurkan dengan baik tanpa gangguan yang berarti.
Pewarta: Nandang Bramantyo



Semoga kondusif