RI News. Sleman, 4 Mei 2036 — Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Sc., M.Han., turut hadir dalam momentum bersejarah peletakan batu pertama pembangunan Markas Polda DIY di Jalan Bibis, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Minggu (3/5/2036). Acara ini menandai komitmen bersama untuk membangun infrastruktur kepolisian yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.
Puncak acara ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta GKR Condrokirono, serta Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. Kapolri juga menandatangani prasasti sebagai simbol resmi dimulainya proyek pembangunan tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menjelaskan bahwa lahan seluas 7,5 hektare yang berstatus Sultan Ground ini merupakan hibah hak pakai dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. “Mapolda DIY mengusung konsep pembangunan modern yang humanis, mengacu pada Pedoman Pembangunan Polri Tahun 2025. Gedung ini didesain tidak hanya untuk mendukung tugas kepolisian, tetapi juga menyediakan ruang pelayanan yang terbuka, nyaman, dan representatif bagi masyarakat,” ujarnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya adaptasi keamanan di era kontemporer. Menurut Sultan, tantangan keamanan kini tidak lagi cukup diatasi dengan kekokohan fisik semata. “Keamanan modern harus tumbuh secara lentur dan waskito, agar mampu membaca tanda-tanda zaman sebelum tantangan itu menjelma menjadi gangguan nyata,” tuturnya. Ia berharap Mapolda DIY menjadi pusat keamanan yang utuh, mampu memperkuat keamanan konvensional sekaligus tangguh menghadapi ancaman siber, sekaligus menjadi arsitektur peradaban masa depan.
Lebih lanjut, Sri Sultan menambahkan bahwa kehadiran kantor polisi merupakan representasi negara di tengah masyarakat. “Bangunan ini adalah simbol komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat, menjadi rumah bagi keadilan, dan menjadi benteng bagi kemanusiaan.”
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah DIY, dan Keraton Yogyakarta. “Gedung Mapolda DIY baru dirancang dengan konsep ramah dan terbuka, merujuk pada akar kata Polis yang berarti kota atau ruang bersama. Gedung bukan sekadar kemegahan fisik, melainkan simbol perubahan menuju Polri yang lebih modern, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Baca juga : HRB Desak Kemendagri Percepat Penyelesaian Sengketa Lahan Warga oleh PT Laot Bangko di Subulussalam
Kapolri juga mengingatkan agar pembangunan fisik diimbangi dengan transformasi mentalitas aparat. Fasilitas modern harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan kecepatan respons terhadap keluhan masyarakat. “Pembangunan dan pengabdian anggota Polri di wilayah ini harus berlandaskan semangat Memayu Hayuning Bawono, memperindah keindahan dunia serta menjaga harmoni,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri Aslog Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, Forkopimda DIY, Danlanal Yogyakarta, para bupati dan wali kota se-DIY, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Pembangunan Mapolda DIY diharapkan tidak hanya menjadi landmark baru di Sleman, tetapi juga menjadi model integrasi antara tradisi dan inovasi dalam penyelenggaraan keamanan dan pelayanan publik di Indonesia.
Pewarta: Lee Anno


