Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Selat Hormuz Kembali Terkunci: Ketegangan Iran-AS Mengancam Stabilitas Energi Global di Tengah Upaya Diplomasi yang Rapuh

Selat Hormuz Kembali Terkunci: Ketegangan Iran-AS Mengancam Stabilitas Energi Global di Tengah Upaya Diplomasi yang Rapuh

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Selat Hormuz Kembali Terkunci
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Kairo — Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak pada Sabtu (18 April 2026), setelah Iran memutuskan untuk menutup kembali jalur perairan strategis tersebut dan melakukan tembakan terhadap kapal-kapal yang mencoba melintas. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kelanjutan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, meskipun sempat ada upaya pembukaan sementara sehari sebelumnya.

Selat Hormuz, yang menjadi arteri utama pengiriman minyak dunia—membawa sekitar 20 persen pasokan global—kini berada di pusat perseteruan yang berisiko memperdalam krisis energi internasional. Perang yang telah memasuki minggu kedelapan ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata yang sedang berlangsung, dengan batas waktu yang akan habis pada Rabu mendatang.

Komando militer Iran menyatakan bahwa pengendalian selat telah dikembalikan ke kondisi semula di bawah pengawasan ketat angkatan bersenjata. Mereka menegaskan akan terus membatasi lalu lintas kapal selama blokade Amerika Serikat masih diberlakukan. Insiden penembakan terhadap sebuah kapal tanker oleh kapal patroli Pengawal Revolusi dan hantaman proyektil ke kapal kontainer semakin memperburuk situasi, memicu reaksi keras dari India yang memanggil Duta Besar Iran atas penyerangan terhadap dua kapal dagangnya.

Dari perspektif strategis, penutupan selat ini merupakan instrumen leverage terkuat bagi Iran dalam menghadapi tekanan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat serta Israel. Bagi Washington, blokade pelabuhan Iran bertujuan mempertahankan tekanan maksimal hingga tercapai kesepakatan menyeluruh, termasuk isu program nuklir Teheran. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa blokade akan tetap berlaku penuh sampai Iran mencapai “kesepakatan yang lengkap” dengan AS.

Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi baru Iran yang baru saja menggantikan ayahnya, menyampaikan pernyataan tegas bahwa angkatan laut Iran siap memberikan “kekalahan pahit” kepada musuh-musuhnya. Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomasi yang melibatkan mediator Pakistan, yang sedang mempersiapkan putaran negosiasi langsung kedua di Islamabad pekan depan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengkritik keras langkah AS sebagai “kesalahan perhitungan” yang membahayakan tidak hanya ekonomi global, tetapi juga seluruh paket gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya sebanyak sekitar 440 kilogram kepada Amerika Serikat, meskipun menyatakan keterbukaan untuk membahas kekhawatiran internasional lainnya.

Baca juga : Tragedi Keluarga di Pemalang: Kakek Lansia Diduga Cabuli Cucu Sendiri Berulang Kali di Rumah dan Warung Makan

Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menilai blokade AS sebagai pelanggaran gencatan senjata dan menyatakan tekad untuk mempertahankan kendali penuh atas lalu lintas di selat, termasuk penentuan rute, pemungutan biaya, dan penerbitan sertifikat transit. Hal ini semakin rumit karena sebagian besar logistik pasokan ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk juga melewati jalur yang sama.

Upaya mediasi Pakistan mendapat perhatian khusus, dengan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menyatakan negaranya sedang berusaha menjembatani perbedaan kedua pihak. Kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan ke Iran disebut telah membawa usulan baru dari AS yang sedang ditinjau Teheran.

Sementara itu, di Lebanon, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran menjadi salah satu faktor krusial dalam dinamika perundingan. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan yang menewaskan seorang tentara Prancis menambah kerumitan situasi, meskipun belum ada konfirmasi langsung dari pihak Hizbullah.

Konflik ini secara keseluruhan telah menelan korban jiwa yang signifikan: sedikitnya 3.000 orang di Iran, lebih dari 2.290 di Lebanon, 23 di Israel, serta belasan di negara-negara Teluk Arab, termasuk 13 personel militer AS.

Situasi di Selat Hormuz saat ini mencerminkan dilema klasik dalam hubungan internasional: bagaimana menyeimbangkan kepentingan keamanan nasional dengan stabilitas ekonomi global. Dengan harga minyak yang berpotensi melonjak tajam dan risiko eskalasi militer yang terus mengintai, hasil dari putaran diplomasi mendatang akan sangat menentukan apakah kawasan ini menuju de-eskalasi atau konflik yang lebih luas.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi Keluarga di Pemalang: Kakek Lansia Diduga Cabuli Cucu Sendiri Berulang Kali di Rumah dan Warung Makan
Next: Kematian Prajurit Prancis di Lebanon Selatan: Ujian Berat Bagi Gencatan Senjata yang Rapuh

Related Stories

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa: Integritas Pemilu Kolombia Diuji di Tengah Ketegangan Politik

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Malam Berdarah di Ukraina

Malam Berdarah di Ukraina: Eskalasi Serangan Rusia Menguji Ketahanan Sipil di Tengah Kekurangan Pertahanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Rapuhnya Gencatan Senjata

Rapuhnya Gencatan Senjata: Serangan Drone Israel Kembali Menghantam Lebanon di Tengah Upaya Diplomasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.