RI News. Jakarta – Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) kembali menegaskan harapannya agar pemerintah segera menerapkan kebijakan pembebasan pajak impor suku cadang pesawat (spare part) sebesar nol persen pada tahun ini. Kebijakan tersebut dinilai krusial untuk menekan beban biaya operasional maskapai dan memperkuat daya saing industri penerbangan nasional di tengah dinamika pemulihan pasca-pandemi.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyampaikan optimisme tersebut dalam peluncuran buku Indonesia Aviation Outlook 2026 di Jakarta, Rabu. “Kami berharap tahun ini mudah-mudahan pajak nol persen terhadap impor spare part ini bisa terjadi,” ujarnya.
Menurut Denon, isu efisiensi biaya operasional dan konektivitas nasional menjadi dua pilar utama yang saling terkait dalam pengembangan industri penerbangan. Tanpa dukungan kebijakan fiskal yang tepat, maskapai akan kesulitan menjaga tarif yang terjangkau sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

INACA telah mengusulkan insentif perpajakan ini secara konsisten selama lebih dari satu dekade. Denon menjelaskan bahwa pembahasan mengenai pembebasan pajak spare part telah menjadi perhatian utama asosiasi sejak lama. “Sekarang ini kita sedang mem-propose untuk beberapa pembebasan perpajakan dari sisi spare part, yang ini tentu selama ini sudah menjadi concern INACA lebih dari 10 tahun lah, kurang lebih,” katanya.
Efisiensi biaya operasional yang lebih baik, lanjut Denon, akan memberikan ruang bagi maskapai untuk berinvestasi pada peningkatan kualitas layanan dan keberlanjutan usaha. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat memperbesar kontribusi sektor penerbangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan konektivitas antarwilayah.
Realisasi kebijakan ini memerlukan sinergi lintas kementerian, terutama Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Keuangan. INACA menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendukung pertumbuhan industri secara berkelanjutan.
Baca juga : KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Baru-baru ini, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza telah bertemu dengan INACA untuk mempelajari skema yang diajukan. Denon menyambut positif pertemuan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Alhamdulillah kemarin Wakil Menteri Perindustrian udah menemui kita dan mempelajari skema-skema yang kita paparkan, dan mudah-mudahan hari ini merupakan bagian dari cara INACA memperkuat stakeholder agar semua kementerian siap mendukung industri penerbangan kita ini menjadi sehat,” ungkapnya.
Dengan pangsa pasar suku cadang yang cukup signifikan, INACA juga menyiapkan data dan paparan yang menunjukkan potensi penyerapan oleh industri lokal, sehingga kebijakan yang diambil diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh ekosistem penerbangan nasional.
Tag Line : #INACA, #PajakSparePart, #IndustriPenerbangan, #KebijakanFiskal, #KonektivitasNasional, #EfisiensiMaskapai, #AviationOutlook2026,

