RI News. Semarang – Dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih baik, Polda Jawa Tengah terus memperkuat persiapan Operasi Patuh Candi 2026. Persiapan tersebut dimatangkan melalui Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang digelar di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan Latpraops dibuka langsung oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latief Usman dan diikuti oleh para pejabat utama serta seluruh personel yang akan terlibat di jajaran Polda Jateng. Menurut Wakapolda, latihan ini menjadi krusial untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kesiapan, serta memastikan operasi berjalan secara profesional, terukur, dan tepat sasaran.
“Melalui kegiatan ini, personel dibekali pemahaman mendalam mengenai pola bertindak, strategi pelaksanaan tugas, serta pendekatan yang akan dikedepankan selama operasi,” ujar Brigjen Pol. Latief Usman.

Ia menambahkan bahwa Jawa Tengah sebagai wilayah dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dan populasi lebih dari 39 juta jiwa membutuhkan penanganan yang serius terhadap keselamatan lalu lintas. Operasi Patuh Candi 2026 akan mengedepankan kombinasi pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara humanis untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol. Pratama Adhyasastra menjelaskan bahwa operasi akan dilaksanakan secara serentak selama 14 hari di seluruh wilayah hukum Polda Jateng dan Polres jajaran. Fokus utama adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitasnya, sekaligus menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman.
“Operasi ini bukan sekadar penindakan, melainkan upaya membangun kesadaran masyarakat agar semakin disiplin. Pendekatan preemtif sebesar 20 persen, preventif 30 persen, dan represif 50 persen akan diterapkan,” jelas Kombes Pol. Pratama.
Baca juga : Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
Lebih lanjut, penegakan hukum akan didominasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebanyak 60 persen, tilang manual 30 persen, serta teguran simpatik dan edukatif 10 persen. Pihaknya juga akan memberikan perhatian khusus terhadap pelanggaran yang sengaja menghambat sistem ETLE, seperti penutup, pelipatan, atau modifikasi plat nomor kendaraan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto mengajak seluruh masyarakat untuk melihat operasi ini sebagai bagian dari upaya bersama, bukan semata-mata penegakan hukum. “Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita semua. Mari patuhi aturan lalu lintas sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Selain Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jateng juga tengah mempersiapkan Operasi Pekat Candi 2026 guna menjaga stabilitas kamtibmas menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Pewarta: Nandang Bramantyo
Tag Line : #OperasiPatuhCandi2026, #Kamseltibcarlantas, #PolisiHumanis, #LaluLintasAman, #PoldaJateng, #KeselamatanBerkendara, #BudayaTertibLaluLintas, #ETLE, #HariBhayangkara,

