RI News. Paris – Paris Saint-Germain (PSG) resmi menjadi juara Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Arsenal dalam final yang dramatis di Budapest. Kemenangan ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi klub, melainkan juga mencerminkan perpaduan antara kejayaan olahraga dan tantangan sosial yang menyertainya.
Sehari setelah pertandingan, ribuan suporter memadati Champ de Mars di dekat Menara Eiffel untuk menyambut kepulangan skuad asuhan Luis Enrique. Layar-layar raksasa dipasang untuk memutar ulang momen krusial laga, mulai dari keunggulan Arsenal melalui gol Kai Havertz hingga gol penyama kedudukan yang dicetak Ousmane Dembélé, pemenang Ballon d’Or. Pertarungan sengit berlanjut hingga babak perpanjangan waktu, sebelum PSG memastikan gelar melalui adu penalti.

Kapten Marquinhos menjadi sorotan utama bukan hanya karena penampilannya yang solid, tetapi juga sikap sportifitasnya yang luar biasa. Setelah penalti penentu Gabriel gagal, Marquinhos langsung menghampiri dan memeluk pemain Arsenal tersebut sebelum bergabung dengan rekan-rekannya merayakan kemenangan. “Melakukannya sekali adalah sejarah, dua kali adalah legenda,” ujar Marquinhos, menggambarkan makna mendalam di balik prestasi tim.
Usai parade, tim disambut langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée. Perayaan kemudian berlanjut di Parc des Princes, di mana trofi Liga Champions dipamerkan kepada publik. Namun, di balik euforia tersebut, malam perayaan di Paris juga diwarnai kerusuhan yang serius. Aparat keamanan menangkap 780 orang, sementara lebih dari 280 orang mengalami luka-luka. Penyelidikan pun dibuka terkait satu kasus kematian yang diduga terkait insiden pasca-final.
Baca juga : Euforia Ganda PSG: Kemenangan Bersejarah yang Berujung Kekacauan di Paris
Kini, setelah istirahat singkat, para pemain PSG menghadapi agenda padat. Banyak di antaranya dipanggil membela tim nasional di berbagai turnamen internasional, termasuk persiapan Piala Dunia. Tantangan terbesar ke depan adalah mempertahankan performa tinggi, mempertahankan gelar juara, serta mengejar hat-trick gelar Liga Champions musim depan.
Kemenangan PSG kali ini tidak hanya menjadi prestasi olahraga, tetapi juga ujian bagi masyarakat Prancis dalam menyeimbangkan antara kegembiraan suporter dan ketertiban publik.
Pewarta : Anjar Bramantyo
Tag Line : #PSGJuara, #LigaChampions, #Marquinhos, #ParisSaintGermain, #FinalChampionsLeague, #Sportivitas, #EuforiaParis, #KerusuhanParis,

