RI News. Paris – Kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) meraih gelar Liga Champions untuk kedua kalinya secara berturut-turut kembali meninggalkan jejak ganda: kebanggaan sekaligus kekacauan. Meski sukses menaklukkan Arsenal melalui adu penalti di Budapest, Hongaria, malam perayaan di Prancis berubah menjadi malam penuh kerusuhan yang memaksa aparat keamanan turun tangan secara masif.
Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan bahwa secara nasional polisi telah memeriksa 780 orang dan menahan 457 individu. Di Paris saja, angka pemeriksaan mencapai 283 orang. Ribuan suporter yang memadati jalanan untuk merayakan kemenangan tersebut, terutama di sekitar Champs-Elysées dan Arc de Triomphe, sebagian berubah menjadi kelompok yang tidak terkendali.

Menurut laporan kepolisian, kelompok kecil melakukan aksi vandalisme dengan membakar mobil, menyalakan flare, merusak toko, serta membakar satu toko roti dan restoran. Seorang petugas polisi mengalami luka dalam insiden tersebut. Polisi juga sempat membubarkan upaya penyerbuan terhadap kantor polisi di kawasan elit Arrondissement ke-8 serta membongkar barikade yang dibuat dari sepeda di dekat stadion PSG.
Fenomena ini bukan hal baru. Tahun sebelumnya, saat PSG meraih gelar Liga Champions pertamanya, Paris juga diselimuti kerusuhan serius dengan 201 orang terluka dan lebih dari 500 penangkapan. Keberhasilan PSG menjadi klub kedua dalam sejarah modern Liga Champions yang mempertahankan gelar secara back-to-back justru disertai tantangan keamanan yang berulang.
Baca juga : Tragedi Pembunuhan Berantai di Puna: Ancaman Tersembunyi di Balik Gaya Hidup Komunal Hawaii
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang budaya suporter sepak bola Prancis dan efektivitas strategi pengamanan acara besar. Meski sebagian besar suporter merayakan dengan damai, aksi minoritas yang merusak kembali menodai citra kemenangan bersejarah PSG.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap kemenangan olahraga kelas dunia, masih terdapat pekerjaan rumah besar bagi otoritas dalam menjaga ketertiban publik.
Pewarta : Setiawan Wibisono
Tag Line : #PSGJuara, #LigaChampions, #KerusuhanParis, #SuporterPSG, #KekerasanSepakbola, #ArcDeTriomphe, #ChampsElysees,

