RI News. Jakarta, 21 Juli 2026 — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rendahnya gaji guru dan berbagai masalah struktural bangsa merupakan dampak langsung dari kebocoran ekonomi nasional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir keluar negeri dalam skala masif.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, Presiden Prabowo menyampaikan pemahaman mendalam atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. “Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini semua masalah kita paham,” ujar Prabowo saat memimpin sidang.
Menurut Presiden, mandat yang diberikan rakyat kepada pemerintah saat ini adalah untuk menghadapi dan mencari solusi konkret atas tantangan-tantangan tersebut. Prabowo mengaku baru menyadari sepenuhnya besarnya permasalahan setelah memimpin pemerintahan, terutama soal kebocoran ekonomi yang menjadi akar dari berbagai ketimpangan.
“Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun,” tegas Prabowo. Ia menilai kebocoran ini telah merampas potensi negara untuk memaksimalkan kekayaan sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.

Presiden menekankan bahwa kebocoran kekayaan negara tidak boleh dibiarkan berlanjut karena akan menghambat kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan isu mendasar, termasuk peningkatan kesejahteraan guru dan masyarakat luas. “Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo melaporkan bahwa pemerintah telah berhasil menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis selama sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahan. Capaian ini, menurutnya, menjadi modal penting untuk terus memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca juga: Polda Jabar Siapkan Pelimpahan Berkas Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung
Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun tersebut berfungsi sebagai forum evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih menjelang pidato kenegaraan Presiden pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam sidang, kepala negara memaparkan berbagai capaian sekaligus tantangan di bidang ekonomi, pangan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Yoga Hilmawan
Tagline: #PrabowoSubianto, #KebocoranEkonomi, #GajiGuru, #DistorsiEkonomi, #KesejahteraanMasyarakat, #SidangKabinet, #EkonomiIndonesia,

