RI News. Melawi, 3 September 2026 – Pendekatan dialogis dan edukasi preventif menjadi instrumen kritis dalam mitigasi bencana lingkungan di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mengantisipasi lonjakan potensi Karhutla pada puncaknya musim kemarau, Tim Edukasi dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri menggelar program sosialisasi partisipatif serta distribusi media edukasi di Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, pada Rabu (2/9/2026).
Bertempat di Aula Pertemuan Desa Paal, agenda interaktif ini dihadiri jajaran kepolisian, Kepala Desa Paal, H. Sukarman, serta puluhan tokoh masyarakat lokal. Forum ini dirancang untuk membongkar pola pikir konvensional masyarakat terkait pengolahan lahan sekaligus mentransfer pemahaman mendalam mengenai bahaya komprehensif dari karhutla.

Secara akademis dan persuasif, Tim Edukasi Lemdiklat Polri memaparkan multiplier effect yang ditimbulkan akibat pembakaran lahan secara tidak terkontrol. Kerusakan tidak sekadar menimpa keanekaragaman hayati dan struktur ekosistem tanah, tetapi juga memicu krisis kesehatan publik berupa ISPA, melumpuhkan transportasi lokal, hingga menurunkan produktivitas ekonomi pedesaan secara signifikan.
Guna mendorong intervensi berbasis komunitas, warga dibekali protokol aksi pencegahan secara terukur. Poin kunci pencegahan meliputi penghentian total pembukaan lahan berbasis pembakaran (zero burning method), pembentukan kebiasaan tidak membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering, serta aktivasi sistem pelaporan dini (early reporting) bilamana masyarakat mengidentifikasi kemunculan titik api awal.
Sebagai sarana penguat ingatan dan media literasi berkelanjutan, tim menyebarkan pamflet informatif yang memuat panduan praktis penanganan awal serta kontak darurat. Langkah penyebaran media cetak ini dinilai efektif sebagai pengingat visual harian bagi warga lokal dalam menjalankan prinsip kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Paal, H. Sukarman, mengapresiasi tinggi keterlibatan institusi pendidikan Polri ini. Ia menekankan bahwa literasi lingkungan berbasis kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat lokal merupakan fondasi terpenting untuk membangun ketahanan wilayah (community resilience) terhadap ancaman krisis iklim musiman.
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #PencegahanKarhutla, #EdukasiMasyarakat, #LemdiklatPolri, #DesaPaal, #MitigasiBencana, #LingkunganLestari,

