RI News. Jakarta — Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu pagi, untuk menyampaikan secara langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Kedatangan ini menandai kali pertama seorang presiden menyampaikan dokumen penting tersebut secara langsung di hadapan sidang paripurna DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.
Presiden tiba tepat pukul 09.32 WIB dan langsung disambut Ketua DPR RI Puan Maharani di pelataran Gedung Nusantara. Didampingi Puan, Presiden kemudian memasuki gedung bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turut menyambut di lokasi. Sebelum memasuki ruang sidang, Prabowo, Gibran, Puan, serta dua Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa mengabadikan momen tersebut dalam sesi foto bersama.
Menurut jadwal, Presiden dijadwalkan berpidato sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam pidatonya, Prabowo diperkirakan akan memaparkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027, termasuk proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia, serta lifting minyak bumi dan gas bumi.

Selain itu, kepala negara kemungkinan besar juga akan menyampaikan berbagai sasaran pembangunan nasional untuk tahun 2027. Indikator yang menjadi perhatian mencakup penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka, rasio gini, peningkatan indeks modal manusia, indeks kesejahteraan petani, serta proporsi penciptaan lapangan kerja formal. Pendekatan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rapat Paripurna DPR RI hari ini membahas tiga agenda pokok. Selain penyampaian KEM-PPKF oleh pemerintah, sidang juga akan mendengarkan laporan Badan Legislasi DPR atas evaluasi perubahan kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026 yang dilanjutkan dengan pengambilan keputusan. Agenda ketiga adalah pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU inisiatif Komisi III DPR RI tentang perubahan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebelum diambil keputusan menjadi RUU usulan DPR.
Baca juga : Ribuan Aparat Gabungan Siap Kawal Aspirasi Masyarakat di Harkitnas 2026
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam sidang tersebut adalah sejumlah menteri senior Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago. Hadir pula Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Luar Negeri Sugiono, beserta pejabat negara lainnya.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam penyampaian KEM-PPKF ini menjadi perhatian tersendiri di kalangan pengamat, karena menunjukkan prioritas tinggi pemerintah terhadap transparansi dan akuntabilitas kebijakan fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Pidato ini diharapkan memberikan arah yang jelas bagi pembangunan Indonesia di tahun mendatang.
Pewarta : Albertus Parikesit

