RI News. Jakarta, 21 Juli 2026 — Pemerintah pusat tengah memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ajaran baru 2026/2027 demi memastikan pelaksanaan program yang lebih efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan bahwa pemerintah serius membenahi berbagai ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan MBG periode sebelumnya. Tahun ajaran baru ini dijadikan momentum penting untuk melakukan perbaikan menyeluruh.
“Di tahun ajaran baru ini kami serius berbenah ketidaksempurnaan pelaksanaan sebelumnya terus kami perbaiki,” kata Qodari dalam keterangan resminya yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Menurut Qodari, pembenahan dilakukan melalui rombakan cara kerja di lapangan dengan fokus utama pada tiga aspek krusial: menjaga kualitas bahan makanan, memastikan kebersihan dari dapur hingga ke tangan anak-anak, serta menjamin seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Pembenahan tata kelola ini, lanjutnya, bertujuan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap program MBG melalui perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik. Pemerintah tidak mengabaikan masukan dan kritik dari berbagai pihak terkait pelaksanaan sebelumnya. Berbagai temuan di lapangan justru dijadikan bahan evaluasi mendalam untuk meningkatkan kualitas program.
“Kami ingin membangun kembali kepercayaan ayah dan ibu di rumah bukan sekadar lewat janji-janji manis melainkan lewat perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak kita setiap hari,” tegas Qodari.
Baca juga: Jakarta Menuju Zero Waste: Gerakan Pilah Sampah Berhasil Tekan Volume Sampah ke Bantargebang
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari guru, kepala sekolah, orang tua, pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, hingga masyarakat luas—untuk aktif mengawasi pelaksanaan MBG. Pengawasan bersama ini diharapkan dapat menjaga konsistensi kualitas makanan yang diterima anak-anak setiap harinya.
Qodari menekankan bahwa MBG bukan sekadar program distribusi makanan di sekolah, melainkan bagian strategis dari investasi sumber daya manusia Indonesia.
“Makan bergizi gratis bukan sekadar urusan membagi-bagikan makanan di dalam kelas. Ini adalah investasi sumber daya manusia kita untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Dengan penguatan tata kelola ini, pemerintah berharap MBG dapat menjadi fondasi yang lebih kuat dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mereka di tahun ajaran baru.
Pewarta: Yogi Hilmawan
Tagline: #MBGLebihBaik, #InvestasiAnakBangsa, #TataKelolaAkuntabel, #PendidikanBerkualitas, #MasaDepanIndonesia,

