Skip to content
21/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Malam Maut di Ukraina: Serangan Udara Rusia Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Tengah Krisis Rudal Pertahanan

Malam Maut di Ukraina: Serangan Udara Rusia Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Tengah Krisis Rudal Pertahanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago 3 minutes read
Serangan Udara Rusia Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Tengah Krisis Rudal Pertahanan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Kyiv, 17 April 2026 — Gelombang serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Rusia terhadap wilayah sipil di berbagai kota Ukraina pada Kamis dini hari telah menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Serangan ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir, menyoroti kerentanan penduduk sipil di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Menurut otoritas Ukraina, Rusia mengerahkan hampir 700 drone serang serta puluhan rudal balistik dan rudal jelajah dalam operasi yang berlangsung berjam-jam. Serangan tersebut menghantam kawasan pemukiman di Kyiv, Odesa, Dnipro, dan beberapa wilayah lainnya, menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan sipil dan infrastruktur sehari-hari.

Di ibu kota Kyiv, empat orang tewas, termasuk seorang anak berusia 12 tahun, sementara lebih dari 50 orang mengalami luka-luka. Di kota pelabuhan selatan Odesa, sembilan nyawa melayang, dan empat orang lainnya gugur di wilayah tengah Dnipro. Korban jiwa ini sebagian besar adalah warga biasa yang sedang beristirahat di rumah mereka.

Salah seorang saksi, Tetiana Sokol (54), warga Kyiv, menceritakan pengalaman mengerikan saat dua rudal menghantam dekat rumahnya. “Pada serangan ketiga, segalanya hancur berantakan. Kami terkejut dan tidak tahu harus lari ke mana. Saya hanya meraih apa yang ada di tangan dan melarikan diri bersama anjing saya,” ujarnya.

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyelesaikan kunjungan diplomatik ke Jerman, Norwegia, dan Italia untuk mendesak pasokan tambahan sistem pertahanan udara. Kunjungan tersebut mencerminkan urgensi yang semakin mendesak di tengah kekhawatiran menipisnya stok rudal pencegat canggih, khususnya untuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat.

Yuriy Ihnat, juru bicara Angkatan Udara Ukraina, menegaskan bahwa rudal balistik yang digunakan Rusia hanya dapat diatasi secara efektif oleh sistem Patriot. “Kami sangat membutuhkan tambahan rudal untuk sistem ini,” katanya. Ukraina memang telah berhasil mengembangkan industri pertahanan dalam negeri yang cukup maju dalam produksi drone dan rudal, namun masih belum mampu menyamai kecanggihan teknologi pertahanan udara Barat.

Baca juga : Ekspansi Blokade Maritim AS terhadap Iran: Strategi Tekanan Maksimal di Ambang Berakhirnya Gencatan Senjata

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa operasi tersebut menargetkan fasilitas militer sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap kilang minyak dan pabrik senjata di wilayah Rusia. Namun, laporan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar korban berasal dari kawasan pemukiman sipil.

Presiden Dewan Eropa António Costa menyebut serangan tersebut sebagai “serangan mengerikan lainnya” yang terjadi saat warga sedang tertidur. Sementara itu, Zelenskyy menyatakan bahwa insiden ini membuktikan Rusia tidak pantas mendapatkan keringanan sanksi internasional. “Malam yang lain sekali lagi menunjukkan bahwa Rusia tidak berhak atas pelonggaran kebijakan global atau pencabutan sanksi,” tulisnya.

Di tengah duka nasional, kota Cherkasy mengumumkan hari berkabung untuk memakamkan Bohdan Serhiiev, bocah berusia delapan tahun yang menjadi korban serangan drone Rusia beberapa hari sebelumnya. Para pelayat meletakkan bunga dan boneka di samping peti mati terbuka, sementara teman-teman dan teman sekelas Bohdan memegang balon putih sebagai simbol kenangan abadi.

Kakak Bohdan, Denys Zhuk (15), mengungkapkan kesedihannya: “Dia anak yang sangat bahagia, selalu berlarian dan sangat menyayangi saya. Kami sering bermain bersama dan pergi ke lapangan sepak bola. Saya sangat merindukannya.”

Serangan berulang terhadap warga sipil ini semakin memperburuk catatan kemanusiaan perang tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa lebih dari 15.000 warga sipil Ukraina telah kehilangan nyawa sejak invasi Rusia dimulai. Di saat yang sama, kekhawatiran akan berkurangnya pasokan sistem pertahanan udara akibat konflik lain di kawasan Timur Tengah menambah tekanan bagi Kyiv untuk memperkuat pertahanannya.

Peristiwa ini tidak hanya menunjukkan eskalasi taktik militer, tetapi juga menggarisbawahi tantangan berkelanjutan dalam melindungi penduduk sipil di tengah perang modern yang semakin bergantung pada teknologi drone dan rudal jarak jauh.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ekspansi Blokade Maritim AS terhadap Iran: Strategi Tekanan Maksimal di Ambang Berakhirnya Gencatan Senjata
Next: Harapan dan Keraguan di Balik Perundingan Langsung Pertama Lebanon-Israel dalam 40 Tahun

Related Stories

Flotilla Sumud Global Dihentikan Total

Flotilla Sumud Global Dihentikan Total: Israel Kembali Ladeni Kapal Bantuan Gaza di Perairan Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Iran Gugat AS di Mahkamah Arbitrase Den Haag

Iran Gugat AS di Mahkamah Arbitrase Den Haag: Tuduhan Agresi dan Pelanggaran Hukum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029

Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029: Bukti Evolusi Komunitas yang Semakin Inklusif

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kolaborasi Imigrasi dan Pemkab Toraja Utara Perkuat Pencegahan TPPO Melalui Desa Binaan
  • Lonjakan Rezeki di Pasar Hewan Wonogiri: Pedagang Sapi Raup Ratusan Juta Jelang Iduladha 1447 H
  • Jaga Tunas Bangsa: JMSI Tabagsel Gelorakan Semangat Kebangkitan Nasional di Tengah Tantangan Zaman
  • Raibnya Getah Pinus Bernilai Tinggi: Polres Wonogiri Amankan Tiga Pelaku Pencurian di Hutan Perhutani Wonogiri
  • Danrem 072/Pamungkas Perkuat Sinergi Kebangsaan dengan Para Purnawirawan TNI-Polri di Yogyakarta
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.