RI News. Wonogiri, 20 Juli 2026 – Puluhan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Wonogiri telah resmi beroperasi dalam beberapa pekan terakhir. Meski menandai langkah maju dalam program pemberdayaan ekonomi desa, koperasi-koperasi tersebut masih menghadapi tantangan serius berupa pasokan barang yang tidak lancar, sehingga pendapatan belum mencapai potensi optimal.
Berdasarkan data dari Kodim 0728/Wonogiri, tercatat 63 gerai KDKMP yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten. Sebagian besar sudah beroperasi selama satu bulan terakhir, sementara sisanya baru dibuka dalam hitungan minggu. Salah satu yang telah aktif adalah KDKMP Desa Gunungsari, Desa Watangsono, dan Desa Jatisari di Kecamatan Jatisrono.
Asisten Manajer KDKMP Gunungsari, Hari Setyoko, mengungkapkan gerainya mulai beroperasi sejak pekan terakhir Juni 2026. Pada awal pembukaan, antusiasme warga sangat tinggi. Dalam tiga hari pertama, gerai berhasil mencatat omzet sekitar Rp15 juta. Komoditas utama yang laris manis adalah minyak goreng subsidi Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), berkat harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar tradisional.

Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Kunjungan warga kini semakin sepi karena stok barang sering kosong. “Banyak warga yang kecewa datang ke sini, ternyata barang yang dicari tidak ada. Kalau stoknya selalu tersedia, pengunjung pasti banyak,” ujar Hari saat ditemui wartawan di lokasi, Sabtu lalu.
Pasokan barang untuk seluruh gerai KDKMP menjadi tanggung jawab PT Agrinas. Manajemen internal koperasi desa tidak diperkenankan melakukan restock secara mandiri karena keterbatasan modal dan regulasi yang ada. Hari belum dapat memastikan kapan pasokan akan pulih sepenuhnya, meski ia mendengar informasi bahwa pengiriman massal baru akan dilakukan pada Agustus mendatang.
Akibat kelambatan pasokan, omzet harian gerai KDKMP Gunungsari kini hanya berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000. Kondisi serupa dialami gerai di Desa Jatisari. Asisten Manajer Rendy menyatakan minyak goreng Minyakita langsung menjadi incaran utama masyarakat sejak hari pertama, tetapi pasokan yang seret membuat gerai hanya bisa pasif menunggu kiriman baru.
Baca juga: 299 Calon Tantama Polri Ditempa di Yogyakarta: Semangat Pengabdian dari 32 Polda Siap Mengabdi
Meski demikian, sistem operasional internal berjalan cukup baik. Pelaporan sirkulasi barang terhubung secara otomatis dengan manajemen pusat, dan penyetoran omzet harian dilakukan rutin oleh asisten bisnis Agrinas setiap sore. “Secara sistem tidak ada kendala, berjalan lancar. Kendala tunggal kami hanya keterlambatan pengiriman stok barang,” tambah Hari.
Saat ini, banyak rak pajangan di gerai masih kosong, sehingga tidak sedikit warga yang pulang dengan tangan hampa. Kendaraan operasional dan potensi penyerapan komoditas lokal desa pun belum termanfaatkan secara maksimal.
Keberhasilan program KDKMP ini ke depan sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok dari PT Agrinas. Warga dan pengelola berharap perbaikan segera dilakukan agar gerai dapat benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi desa di Wonogiri.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #KoperasiDesa, #KDKMPWonogiri, #PasokanBarangSeret, #EkonomiDesa, #MinyakitaSPHP, #GeraiMerahPutih,

