RI News. Depok, 30 Agustus 2026 — Gerakan Cinta Prabowo (GCP) mempertegas komitmen politiknya untuk mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara penuh hingga akhir masa jabatan pada 2029. Komitmen ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, di tengah konsolidasi internal yang menyoroti dinamika wacana politik serta narasi publik terkini mengenai kepemimpinan nasional.

Langkah pengawalan tersebut ditegaskan Kurniawan dalam agenda konsolidasi bertajuk “Evaluasi dan Konsolidasi Serangan Masif Para Pembenci Prabowo” yang berlangsung di Sekretariat GCP Cibinong, Bogor. Dalam pengarahannya, Kurniawan mengimbau seluruh elemen struktur dan anggota GCP untuk memperkuat soliditas serta menyatukan visi-misi dalam memanifestasikan dukungan terhadap program-program strategis pemerintah. Ia menilai bahwa eskalasi narasi negatif yang beredar belakangan ini dirancang secara terstruktur oleh pihak-pihak tertentu untuk mengonstruksi persepsi publik yang tidak kondusif serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat.
Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, GCP memosisikan diri sebagai elemen sukarela paling depan dalam menjaga stabilitas politik pemerintah. Kurniawan juga menambahkan bahwa jika Presiden Prabowo senantiasa diberikan kesehatan dan keberlanjutan kepemimpinan yang efektif, GCP siap mengusung kembali beliau untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua.
Dinamika internal sukualiansi politik juga memanas pasca munculnya spekulasi mengenai kemungkinan percepatan Pemilihan Umum (Pemilu) sebelum tahun 2029 yang sempat dilontarkan oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Kurniawan menegaskan bahwa wacana tersebut berpotensi mencederai konstitusi dan menciptakan kegaduhan politik yang tidak perlu. Pihak hukum GCP saat ini tengah merampungkan berkas kajian legal untuk mengajukan laporan resmi terhadap Budi Arie ke Polda Metro Jaya, yang ditargetkan rampung paling lambat pertengahan pekan ini.
Baca juga: Menggelorakan Ikhtiar Muda: Tunas 1 dan 2 TIDAR Minahasa Pancarkan Energi Pengabdian untuk Negeri
Di sisi lain, Budi Arie Setiadi telah mengonfirmasi klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas wacana yang diutarakannya. Melalui sebuah rekaman video, ia menjelaskan bahwa pernyataan mengenai percepatan pemilu tersebut murni merupakan bentuk analisis dan pandangan pribadi, tanpa ada maksud memicu polemik di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa penyesalan jika interpretasi dari pernyataannya telah menimbulkan kegaduhan publik.
Pewarta: A. Muchlis
Tagline: #GerakanCintaPrabowo, #KurniawanGCP, #PrabowoSubianto, #KawalPemerintahan2029, #DinamikaPolitikNasional, #PolitikIndonesia,

