Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Paus Leo XIV di Angola: Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika

Paus Leo XIV di Angola: Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Luanda, 19 April 2026 — Dalam kunjungan apostoliknya ke Angola, Paus Leo XIV menyampaikan tantangan tegas kepada para pemimpin negara itu untuk memutus “lingkaran kepentingan” yang selama berabad-abad telah mengeksploitasi kekayaan alam dan manusia di benua Afrika. Kedatangan Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat ini menjadi sorotan dunia, terutama karena pesan perdamaian dan keadilan sosial yang ia bawa di tengah ketegangan global.

Paus Leo tiba di Luanda pada Sabtu (18 April 2026) sebagai bagian ketiga dari rangkaian kunjungan empat negara di Afrika. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Aljazair dan Kamerun. Dalam perjalanan dari Kamerun, Paus kembali menyinggung ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik di Iran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk terlibat dalam perdebatan politik, melainkan tetap fokus menyampaikan ajaran Injil tentang perdamaian, keadilan, dan persaudaraan.

Di Istana Kepresidenan, Paus Leo bertemu langsung dengan Presiden João Lourenço. Dalam pidato pertamanya di hadapan pejabat pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sipil, Paus menyoroti sejarah kelam Angola yang penuh dengan penjajahan, perdagangan budak, serta perang saudara selama puluhan tahun.

“Izinkan saya bertemu dengan Anda dalam semangat perdamaian. Rakyat Angola memiliki harta yang tak bisa dibeli atau dicuri. Di dalam diri kalian ada sukacita yang tak mampu dipadamkan oleh keadaan paling berat sekalipun,” ujar Paus Leo.

Angola, negara kaya minyak dan mineral yang merdeka dari Portugis pada 1975, masih bergulat dengan luka sejarah. Perang saudara yang berlangsung hingga 2002 menewaskan ratusan ribu jiwa dan meninggalkan trauma mendalam. Meski kini menjadi salah satu produsen minyak terbesar di Afrika serta penghasil berlian dan mineral penting dunia, lebih dari 30 persen penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem.

Paus Leo XIV secara terbuka mengkritik model pembangunan berbasis ekstraktivisme yang hanya menguntungkan segelintir pihak. “Terlalu sering tanah ini dipandang hanya sebagai sumber untuk diambil, bukan untuk dibangun bersama. Kita harus memutus siklus ini yang mereduksi kehidupan menjadi sekadar komoditas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan akan bahaya korupsi dan kekuasaan sewenang-wenang yang menghambat kemajuan. Kritik serupa pernah disampaikannya di Kamerun, di mana ia mengecam “rantai korupsi” dan “segelintir tiran” yang menyebabkan penderitaan, kematian, serta kerusakan sosial dan lingkungan.

Baca juga : Kematian Prajurit Prancis di Lebanon Selatan: Ujian Berat Bagi Gencatan Senjata yang Rapuh

Kunjungan ini memiliki makna historis yang dalam. Angola pernah menjadi pusat utama perdagangan budak trans-Atlantik. Lebih dari lima juta orang Afrika diperbudak dan dikirim ke benua lain melalui pelabuhan di Angola. Paus Leo sendiri memiliki leluhur campuran yang mencakup baik korban perbudakan maupun pemilik budak. Hal ini menambah bobot simbolis ketika ia akan berdoa rosario di Muxima pada Minggu (19 April), sebuah tempat ziarah Katolik populer yang dibangun pada abad ke-16 sebagai bagian dari kompleks benteng Portugis dan pernah menjadi pusat perdagangan budak.

Sekitar 58 persen penduduk Angola beragama Katolik. Kunjungan Paus diharapkan menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat yang masih menghadapi tantangan kemiskinan, ketimpangan, dan warisan korupsi era pemerintahan sebelumnya.

Presiden Lourenço menyambut baik kedatangan Paus dan menyatakan komitmen pemerintahannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, meski mengakui bahwa tugas tersebut sangat kompleks. Ia juga menyerukan diakhirinya konflik di Iran dan meminta Paus terus menggunakan pengaruh moralnya untuk mendorong perdamaian dunia.

Dengan nada yang semakin tegas dalam pidato-pidatonya selama tur Afrika, Paus Leo XIV tampil sebagai suara global yang vokal membela yang tertindas. Kunjungannya ke Angola tidak hanya memperkuat ikatan spiritual, tetapi juga menjadi panggilan mendalam agar Afrika tidak lagi dilihat sebagai “ladang rampasan”, melainkan sebagai benua yang kaya akan martabat manusia dan potensi masa depan yang adil.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kematian Prajurit Prancis di Lebanon Selatan: Ujian Berat Bagi Gencatan Senjata yang Rapuh
Next: Pergeseran Strategis OpenAI ke AI Bisnis: Perlombaan Ketat dengan Anthropic Menuju Profitabilitas dan Inovasi Ilmiah

Related Stories

Kedaulatan Kognitif Anak

Kedaulatan Kognitif Anak: Polandia Memulai Era Sekolah Bebas Ponsel

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik: Kapal Angkut Militer Jepang Bertolak Padamkan Karhutla Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
JSDF Kirim Kapal Tempur

JSDF Kirim Kapal Tempur & Helikopter ke Indonesia: Jepang Dukung Pemadam Karhutla dengan 600 Personel

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by