RI News. Sidoarjo – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan langsung pelaksanaan pasar murah di lima lokasi berbeda di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, guna memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha. Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap potensi fluktuasi harga sembako saat memasuki periode hari besar keagamaan.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menegaskan bahwa kegiatan pasar murah ini dilaksanakan sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. “Arahan khusus Presiden, harga sembako jangan sampai naik menjelang Idul Adha,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta, Selasa (26 Mei 2026).
Pasar murah digelar pada Senin (25 Mei 2026) dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga TNI dan Polri. Kelima titik yang ditinjau meliputi KUD Sumber Makmur, Balai Desa Lemujut, MTs Progresif Bumi Shalawat, PAUD Bumi Damai, dan Balai Desa Ponokawan. Di setiap lokasi, antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan sekitar 300 warga hadir untuk membeli bahan pangan, khususnya beras murah.

Pemerintah menyediakan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan 5 kilogram dengan harga Rp50.000 per kemasan. Angka ini lebih terjangkau dibandingkan harga eceran tertinggi yang berlaku sebesar Rp62.500 per kemasan 5 kg. Pantauan di lapangan menunjukkan harga beras di pasar tradisional Sidoarjo berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram, yang selaras dengan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per 26 Mei 2026.
Selain memantau distribusi beras murah, Zulhas juga berdialog langsung dengan warga dan petani setempat. Para petani melaporkan bahwa harga gabah di wilayah tersebut berada pada level Rp7.400 hingga Rp7.600 per kilogram—lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Mereka juga menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk relatif terjaga, meskipun masih terdapat kebutuhan perbaikan pada jaringan irigasi.
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas mengecek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Warga yang memiliki anak usia sekolah menyatakan program MBG memberikan manfaat nyata dan berharap keberlanjutannya. Sementara itu, Babinsa di berbagai lokasi melaporkan bahwa sebagian koperasi desa telah rampung 100 persen, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan.
Baca juga : Merajut Kebangsaan di Era Polarisasi: Panggilan Ibas kepada Generasi Muda sebagai Penjaga Moral Bangsa
Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih hingga mencapai sekitar 20 ribu unit pada Agustus 2026. Melalui kombinasi pasar murah, pemantauan langsung di tingkat lapangan, program gizi, dan penguatan koperasi desa, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem pangan yang lebih tangguh—di mana harga terjangkau bagi konsumen, petani mendapat insentif harga yang baik, serta manfaat program dirasakan hingga ke tingkat desa.
Kunjungan Zulhas ke Sidoarjo menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan kebijakan makro, melainkan juga pendekatan mikro yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di akar rumput menjelang momentum Idul Adha.
Pewarta : Wisnu H

