RI News. Jakarta – Kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke India pada akhir Februari lalu telah membuka lembaran baru hubungan bilateral kedua negara. Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal menyatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi katalisator penting bagi pemulihan dan penguatan kembali kerja sama yang sempat membeku.
Goyal, yang sedang berada di Kanada, menekankan bahwa hubungan Kanada-India kini sedang mengalami “reset” yang sangat cepat. “Kunjungan Perdana Menteri Carney sepenuhnya mengubah persepsi kedua negara terhadap satu sama lain,” ujarnya. Menurut Goyal, kunjungan tersebut telah membuka jalan bagi agenda baru yang lebih luas dan ambisius di berbagai bidang strategis.
Hubungan Kanada-India sempat mengalami ketegangan serius sejak 2023 akibat tuduhan keterlibatan India dalam pembunuhan aktivis Sikh Hardeep Singh Nijjar di Kanada. Tuduhan tersebut sempat menyebabkan perundingan perdagangan bebas yang telah berjalan sejak 2010 dihentikan sepihak oleh Ottawa.

Namun, di bawah kepemimpinan Mark Carney, kedua negara tampaknya sepakat untuk meninggalkan masa lalu dan memfokuskan diri pada kepentingan ekonomi dan strategis jangka panjang. Carney sendiri menyebut perjanjian perdagangan bebas dengan India sebagai “game changer” bagi perekonomian Kanada, yang akan membuka akses pasar bagi pekerja dan pelaku usaha Kanada ke salah satu ekonomi terbesar di dunia.
Delegasi bisnis India yang mendampingi Menteri Goyal merupakan yang terbesar yang pernah dikirim ke Kanada. Lebih dari 100 eksekutif senior dari sektor pertambangan, energi, otomotif, dan kedirgantaraan turut serta, menandakan keseriusan New Delhi dalam memperkuat hubungan ekonomi dengan Ottawa.
Kedua negara kini menargetkan peningkatan volume perdagangan hingga tiga kali lipat, mencapai 50 miliar dolar AS pada tahun 2030. Selain itu, keduanya juga aktif melanjutkan perundingan perdagangan bebas yang diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Baca juga : Ribuan Mata Mengawasi: Polres Melawi Siagakan 264 Personel Amankan Pekan Gawai Dayak XVIII 2026
Salah satu hasil konkret dari kunjungan Carney ke India adalah penandatanganan kesepakatan pasokan uranium senilai 2,6 miliar dolar Kanada untuk kebutuhan energi nuklir India. Kerja sama di bidang energi, ketahanan pangan, teknologi, dan pendidikan juga menjadi prioritas utama kedua pihak.
Para analis melihat langkah kedua negara ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi yang lebih luas. India tengah memperluas jaringan kemitraan dengan negara-negara Barat selain Amerika Serikat, termasuk Uni Eropa, Inggris, Australia, dan Kanada. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan modal, teknologi, dan inovasi di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Vina Nadjibulla dari Asia Pacific Foundation of Canada menyatakan bahwa Kanada dan India sama-sama berupaya mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan ekonomi dominan. Pendekatan ini dinilai semakin relevan mengingat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat belakangan ini.
Dengan semangat baru ini, Kanada dan India tampaknya siap memasuki fase kerja sama yang lebih matang dan saling menguntungkan. Bagi kedua negara, momentum ini bukan hanya tentang perdagangan, melainkan juga tentang membangun kemitraan strategis jangka panjang di tengah perubahan lanskap global.
Pewarta: Setiawan Wibisono

