Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Trending
  • Penelitian Terbaru: Biaya Hidup dan Ketidakpastian Ekonomi Jadi Penghalang Utama Pernikahan bagi Generasi Z dan Milenial Muda

Penelitian Terbaru: Biaya Hidup dan Ketidakpastian Ekonomi Jadi Penghalang Utama Pernikahan bagi Generasi Z dan Milenial Muda

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 4 minutes read
Biaya Hidup dan Ketidakpastian Ekonomi Jadi Penghalang Utama Pernikahan bagi Generasi Z dan Milenial Muda
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 29 November 2025 – Sebuah studi longitudinal yang dilakukan oleh Pusat Kajian Demografi Universitas Indonesia (2023-2025) mengungkap fakta yang kini tak lagi bisa dianggap sekadar “keluhan generasi strawberi”. Lebih dari 68% responden berusia 23-35 tahun menyatakan bahwa mereka secara sadar menunda atau bahkan membatalkan rencana pernikahan karena tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi jangka panjang.

Penelitian yang melibatkan 8.400 responden di 12 kota besar ini menemukan bahwa alasan finansial mengalahkan jauh semua faktor lain yang selama ini sering diduga menjadi penyebab, seperti “takut komitmen” atau “masih ingin menikmati hidup”. Sebanyak 72,4% responden menyebut “biaya pernikahan dan biaya hidup setelah menikah” sebagai pertimbangan nomor satu, disusul “ketidakpastian pekerjaan dan penghasilan” (61,7%), serta “belum memiliki tabungan atau aset untuk masa depan anak” (54,3%).

“Yang menarik,” ungkap Dr. Sunny Tanuwidjaja, ketua tim peneliti, “ketika kami meminta responden memilih satu alasan paling berat, jawaban yang paling dominan adalah: ‘Saya tidak ingin menikah dulu kalau hanya akan membuat pasangan saya ikut menderita secara finansial’. Ini menunjukkan pergeseran nilai yang sangat signifikan: pernikahan tidak lagi dilihat sebagai ‘tujuan hidup’, melain sebagai ‘tanggung jawab bersama yang membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat’.”

Data lapangan juga memperlihatkan angka-angka yang mencemaskan. Rata-rata biaya pernikahan sederhana di kota besar kini mencapai Rp180-250 juta (termasuk resepsi, catering, dokumentasi, dan sewa gedung), belum termasuk biaya tempat tinggal. Sementara itu, 58% responden berusia 25-30 tahun masih berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan, dan 41% di antaranya masih tinggal bersama orang tua atau kontrak kos karena belum mampu membeli atau menyicil rumah.

Persepsi terhadap pernikahan pun telah berubah total dibandingkan generasi sebelumnya. Jika pada era 1990-2000-an, menikah di usia 25 tahun bagi perempuan dan 28 tahun bagi laki-laki dianggap “tepat waktu”, kini usia rata-rata pernikahan pertama di perkotaan telah bergeser ke 31,2 tahun bagi perempuan dan 33,8 tahun bagi laki-laki. Stigma “perawan tua” atau “bujangan tua” nyaris lenyap di kalangan generasi muda perkotaan terdidik. Yang muncul justru stigma baru: “menikah tapi miskin” atau “menikah lalu cerai karena ekonomi”.

Para peneliti menilai, tanpa intervensi kebijakan yang konkret, tren ini berpotensi menciptakan “jebakan demografi terbalik”: angka pernikahan terus turun, angka kelahiran menukik, dan beban tanggungan lansia di masa depan semakin berat karena jumlah anak produktif semakin sedikit.

Baca juga : Ketidakpastian Regulasi Hulu Migas: Ancaman Nyata bagi Target Swasembada Energi 2035

Beberapa solusi konkret yang diusulkan dalam laporan tersebut antara lain:

  • Program subsidi perumahan khusus pasangan muda yang baru menikah (bukan hanya untuk yang sudah punya anak) dengan tenor cicilan hingga 30 tahun dan bunga di bawah 3%.
  • Insentif pajak progresif bagi perusahaan yang memberikan tunjangan pernikahan atau tunjangan anak kepada karyawan kontrak dan outsourcing.
  • Pengembangan skema KPR syariah berbasis bagi hasil (bukan bunga) yang benar-benar terjangkau bagi pekerja informal dan gig economy.
  • Kampanye nasional yang menggeser paradigma “pernikahan harus mewah” menjadi “pernikahan cukup sederhana tapi berkelanjutan secara ekonomi”.

“Pemerintah tidak bisa lagi hanya berkata ‘nikah muda, dapat bonus’. Bonus Rp10-15 juta tidak berarti apa-apa kalau cicilan rumah 30 tahun ke depan masih mencekik,” tegas Sunny.

Studi ini juga mencatat satu temuan yang menggembirakan sekaligus ironis: meski banyak yang menunda pernikahan, 84% responden tetap menyatakan bahwa mereka “sangat ingin menikah dan punya anak” jika kondisi ekonomi memadai. Artinya, keinginan untuk berkeluarga tidak hilang — yang hilang hanyalah kemampuan untuk mewujudkannya.

Jika tidak ada langkah nyata dalam lima tahun ke depan, Indonesia berisiko memasuki fase “low fertility trap” yang dialami Jepang dan Korea Selatan, di mana angka kelahiran turun di bawah 1,0 dan sulit sekali untuk kembali naik meski pemerintah sudah menggelontorkan triliunan rupiah.

“Pernikahan bukan lagi soal adat atau agama semata. Di era ini, pernikahan telah menjadi isu ekonomi dan keadilan sosial,” tutup laporan tersebut.

Studi ini akan dipresentasikan secara lengkap pada Seminar Nasional Demografi 2025 bulan depan dan diharapkan menjadi salah satu masukan utama bagi penyusunan RPJMN 2025-2029.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ketidakpastian Regulasi Hulu Migas: Ancaman Nyata bagi Target Swasembada Energi 2035
Next: Kritik Pedas Terhadap PT Agincourt Resources: Open Donasi untuk Korban Banjir Batang Toru Dinilai Tidak Pantas bagi Perusahaan Tambang Skala Besar

Related Stories

Waspada Modus Penipuan Berulang

Waspada Modus Penipuan Berulang: DJPb Bengkulu Peringatkan Pemda soal Dokumen Fiktif Dana Bagi Hasil

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Jambi Siap Genjot Produksi Padi

Jambi Siap Genjot Produksi Padi: Target Luas Tambah Tanam 538 Hektare di 2026 Dorong Swasembada Pangan Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Jejak Maut PD II di Biak

Jejak Maut PD II di Biak: Mortir dan Amunisi Berbahaya Masih Mengintai

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.