RI News.Rongkop, 20 Juli 2026 — Kepala Dinas Kundho Kabudayan Kabupaten Gunungkidul, Agung Danarto, S.Sos, M.S.E, menegaskan pentingnya pengelolaan empat pilar utama bagi Kalurahan Petir menyusul statusnya sebagai Kalurahan Mandiri Budaya. Empat pilar tersebut meliputi Desa Budaya, Desa Wisata, Desa Prima, dan Preneur, yang menjadi beban sekaligus tantangan untuk mengintegrasikan kelestarian tradisi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Agung Danarto dalam acara puncak Hari Jadi Kalurahan Petir ke-185, Minggu (19/7/2026) di Pendopo Kalurahan Petir, Rongkop, Gunungkidul. Mantan Panewu Kapanewon Rongkop ini mengapresiasi semangat (greget) yang kuat dari warga Kalurahan Petir dalam melestarikan kebudayaan. Menurutnya, tema hari jadi “Jumangkah Jantraning Laku” merepresentasikan roda yang terus berputar, melayani masyarakat tanpa henti dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong pembangunan.
“Dengan status Kalurahan Mandiri Budaya, ibarat rumahnya itu budaya, ada wisata, budaya prima, dan Preneur. Semua harus dilaksanakan dan dilestarikan, tidak boleh hanya salah satu yang diunggulkan,” tegas Agung Danarto. Ia juga mendorong agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMK) segera direalisasikan sesuai masterplan, sehingga anggaran tahunan sebesar Rp1 miliar dapat terserap optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga. “Jangan sampai dengan adanya anggaran setiap tahun justru membuat kita terlena,” pesannya.

Puncak peringatan Hari Jadi Kalurahan Petir ke-185 ditandai dengan upacara adat dan kirab budaya yang meriah. Iring-iringan tumpeng dari 13 Padukuhan se-Kalurahan Petir, pamong, serta lembaga masyarakat, diiringi Bergodo Guntur Rumekso dari Balai Padukuhan Petir A menuju Balai Kalurahan. Tumpeng secara simbolis diserahkan kepada Lurah Kalurahan Petir, Sarju S.I.P, oleh perwakilan masyarakat, Alip Sudarmaji. Selanjutnya, tumpeng-tumpeng tersebut dibawa masuk untuk kenduri bersama, diikuti doa yang dipimpin Ki Nasrudin, dan diakhiri dengan kembul bujono atau makan bersama masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Tim Monitoring Kalurahan Budaya DIY, C.B Supriyanto, S.I.P, Panewu Kapanewon Rongkop Edy Sedono, S.I.P, M.Si, serta perwakilan Forkompinkap, anggota Dewan Budaya, Babinsa, Babinkamtibmas, mahasiswa KKN USD Yogyakarta, dan undangan lainnya.
Baca juga: Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini: Fokus Evaluasi dan Akselerasi Program Prioritas Pemerintahan
Dalam sambutannya, Lurah Sarju S.I.P menyampaikan harapan agar Dinas Kundho Kabudayan dan Tim Monitoring Kalurahan Budaya DIY memberikan bimbingan, masukan, serta saran untuk melestarikan budaya Jawa di wilayahnya. Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-185 yang berlangsung sejak 13 Juli 2026 ini ditutup dengan antusiasme tinggi warga, mencerminkan semangat gotong royong yang kuat dalam menjaga tradisi leluhur.
Pewarta: Lee Anno
Tagline: #KalurahanMandiriBudaya, #HariJadiPetir185, #PelestarianBudayaGunungkidul, #GotongRoyongTradisi, #DesaBudayaWisata, #RPJMKPetir, #KebudayaanJawa,

