RI News. Teheran, 21 Juli 2026 — Iran menyatakan telah menerima usulan dari para mediator internasional di tengah berlanjutnya siklus serangan balasan antara Teheran dan Washington, demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.
Dalam konferensi pers mingguan di Teheran pada Senin, Baghaei menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi prioritas paralel dengan respons militer yang sedang berlangsung. Namun, ia enggan memberikan rincian lebih lanjut ketika ditanya mengenai laporan tentang tawaran baru dari Qatar untuk menghidupkan kembali negosiasi AS-Iran serta kemungkinan gencatan senjata selama sepuluh hari.
Baghaei mengecam keras serangan-serangan terbaru Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil di Iran, termasuk jembatan dan fasilitas medis. Menurutnya, aksi tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak dasar masyarakat atas kehidupan, keamanan, dan martabat manusia. Pernyataan ini muncul di tengah laporan yang menyebut Washington melancarkan gelombang serangan terhadap provinsi-provinsi selatan Iran selama sepekan terakhir dengan dalih melemahkan kemampuan Teheran mengancam pelayaran komersial internasional.

Iran sendiri membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Terkait nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani kedua negara pada 18 Juni lalu, Baghaei menegaskan bahwa teks perjanjian tersebut sudah sangat jelas. “Washington tidak memiliki alasan untuk melanggar komitmennya sendiri,” ujarnya. Ia mengingatkan prinsip Iran yang selama ini dipegang teguh, yaitu “komitmen dibalas dengan komitmen”. Namun, berulangnya pelanggaran dari pihak AS mendorong Teheran untuk menghentikan pelaksanaan kewajibannya.
Pada isu strategis Selat Hormuz, juru bicara tersebut menegaskan tekad Iran untuk terus menjalankan kedaulatannya penuh atas jalur perairan vital tersebut serta mencegah segala bentuk penyalahgunaan yang dapat merugikan kepentingan nasional Iran.
Baca juga: Dudung Abdurachman Buka Jalan Panen Tebu Ribuan Petani Lampung di Register 44
Analis hubungan internasional melihat pernyataan Baghaei sebagai upaya Teheran untuk menjaga keseimbangan antara postur tegas militer dan pintu diplomasi yang masih terbuka, meski ketegangan di kawasan Teluk Persia semakin memanas dan berpotensi memengaruhi stabilitas energi global.
Pewarta: Naomi Justine Nevada
Tagline: #IranAS, #DiplomasiTimurTengah, #SelatHormuz, #KonflikRegional, #GencatanSenjata, #MoUPerdamaian,

