RI News. Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menggiatkan inovasi pendidikan untuk menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan global. Melalui Dinas Pendidikan, program pembelajaran multibahasa berbasis kelas virtual kini menjadi terobosan penting yang memberikan akses setara bagi pelajar di daerah terpencil dan perkotaan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, menyatakan bahwa program ini langsung selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penguasaan bahasa asing di kalangan pelajar Indonesia.
“Masih banyak sekolah di pelosok belum memiliki guru bahasa asing, sehingga kami memanfaatkan teknologi agar pelajar bisa mendapat akses pembelajaran yang sama, agar anak-anak Kalimantan Tengah memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik di masa depan,” ujar Reza Prabowo di Palangka Raya, Rabu.

Menurutnya, melalui kelas virtual, siswa di pedalaman maupun daerah terpencil kini dapat menikmati kesempatan belajar yang setara dengan rekan-rekan mereka di kawasan perkotaan. Penguasaan bahasa asing menjadi bekal krusial untuk menghadapi dinamika persaingan internasional yang semakin ketat.
Program pembelajaran bahasa asing virtual untuk tingkat SMA dan SMK ini telah berjalan sejak Oktober 2025 di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran. Awalnya, program menyajikan lima bahasa asing sekaligus, yaitu Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis.
Menyikapi antusiasme tinggi dari peserta didik, Dinas Pendidikan kemudian menambah dua bahasa baru: Korea dan Mandarin. Penambahan ini didasarkan pada aspirasi serta kebutuhan siswa yang ingin memiliki lebih banyak pilihan bahasa untuk mendukung kelanjutan pendidikan dan peluang karier di tingkat global.
Kelas daring tersebut dilaksanakan secara rutin dan dapat diikuti oleh siswa dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Pendekatan ini tidak hanya mengatasi kekurangan tenaga pengajar di wilayah pelosok, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berorientasi masa depan.
Langkah Provinsi Kalimantan Tengah ini sejalan dengan komitmen nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan bahasa asing. Salah satu bentuk konkretnya adalah instruksi agar seluruh jenjang sekolah di Indonesia mulai mendalami bahasa Prancis sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis dan terhubung.
Dengan program ini, Kalimantan Tengah tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga berupaya menjadi salah satu pionir dalam transformasi pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.
Pewarta : Salmi Fitri
Tagline : #PendidikanMultibahasa, #KaltengMaju, #KelasVirtual, #DayaSaingPelajar, #BahasaAsing, #PendidikanInklusif, #PrabowoSubianto, #InovasiPendidikan,

