RI News. Palembang – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Jumhur Hidayat mendorong percepatan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Palembang sebagai solusi jangka panjang menghadapi volume sampah yang terus meningkat di wilayah Sumatera Selatan. Proyek ini dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari, sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Setelah meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu, Jumhur Hidayat menyatakan bahwa kapasitas PSEL Palembang dapat dimaksimalkan meskipun produksi sampah harian di kota tersebut belum mencapai target. “Apabila produksi sampah di Palembang tidak sampai 1.000 ton per hari, maka sampah dari wilayah kabupaten sekitar Palembang dapat diarahkan ke sini,” ujarnya.
Menurut Jumhur, teknologi yang digunakan dalam PSEL Palembang merupakan yang terbaru di Indonesia. Fasilitas ini dikelola oleh perusahaan asal China yang telah memiliki pengalaman matang. “Bahkan di China bisa menangani sekitar 2.000 ton sampah per hari,” tambahnya.

Dalam tinjauan tersebut, Jumhur didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Ratu Dewa melaporkan bahwa progres pembangunan PSEL Palembang telah mencapai 81,94 persen. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
“Kami mendorong agar proyek ini mengedepankan kearifan lokal, menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, menjadi pusat edukasi bagi siswa dan generasi muda tentang pengelolaan sampah, serta membina pelaku UMKM. Dengan demikian, dampak ekonominya akan terasa luas bagi masyarakat,” kata Ratu Dewa.
Proyek PSEL Palembang diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan energi bersih dan mendukung perekonomian lokal. Melalui pengolahan sampah menjadi energi, kota ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada lahan tempat pembuangan akhir (TPA) konvensional yang semakin terbatas.
Baca juga : Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan: Langkah Nyata Pemerataan Kualitas Belajar di Daerah Terpencil
Ratu Dewa juga menyebutkan kemungkinan proyek ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo. Peresmian tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam upaya nasional pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Dengan target operasional pada akhir 2026, PSEL Palembang menjadi salah satu proyek percontohan di Sumatera yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Keberhasilan fasilitas ini nantinya diharapkan dapat direplikasi di daerah-daerah lain yang menghadapi permasalahan serupa.
Pewarta : Alfika Darwis


