RI News. Cebu, Filipina – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa ketangguhan ASEAN menjadi elemen paling krusial bagi kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat berpartisipasi dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina, Kamis.
“Ketangguhan ASEAN adalah kunci untuk merespons secara efektif krisis dan tantangan di kawasan saat ini,” ujar Sugiono dalam pernyataan nasionalnya. Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu, organisasi regional ini harus mampu menjaga stabilitas dan menjadi aktor yang proaktif.
Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri membahas dampak konflik di Timur Tengah terhadap kawasan Asia Tenggara, termasuk implikasinya bagi masyarakat dan ekonomi. Sugiono mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat koordinasi internal guna membangun kohesi yang lebih solid, sekaligus meningkatkan pengaruh eksternal dalam merespons situasi global.

Salah satu sorotan penting dalam pernyataan Sugiono adalah semakin banyaknya negara yang bergabung dengan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) atau Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti konkret kepercayaan dunia internasional terhadap ASEAN sebagai mitra yang stabil dan dapat diandalkan.
“Di dunia yang semakin bergejolak, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan. Kita juga harus mempercepat proses aksesi karena sangat jelas bahwa ASEAN dipercaya oleh mitra eksternal kita,” tegas Sugiono.
Lebih lanjut, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung proses pemulihan stabilitas di Myanmar pasca bertahun-tahun konflik internal. Dukungan tersebut mencakup respons positif terhadap langkah amnesti bagi tahanan politik, termasuk Aung San Suu Kyi. Indonesia juga terus mendorong percepatan integrasi penuh Timor Leste sebagai anggota ASEAN serta mengusulkan Turki sebagai mitra wicara baru organisasi.
Baca juga : Program MBG Banten: Rp1 Miliar Per Bulan dari Setiap Titik Gizi, Ekonomi Bergerak Signifikan
Pertemuan AMM ini merupakan bagian dari rangkaian menjelang KTT ke-48 ASEAN yang akan berlangsung Jumat (8/5) besok. Di bawah Keketuaan Filipina dengan tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”, fokus utama pertemuan adalah membangun respons kolektif terhadap berbagai krisis, termasuk potensi dampak lanjutan dari konflik Timur Tengah.
Sepanjang rangkaian pertemuan, Indonesia akan terus mengadvokasi persatuan dan sentralitas ASEAN. Sugiono yang akan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam KTT mendatang, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan kawasan, khususnya di sektor pangan dan energi.
Dengan dinamika global yang terus berubah, pernyataan Sugiono mencerminkan sikap Indonesia yang konsisten dalam menjadikan ASEAN sebagai pilar utama diplomasi kawasan—bukan hanya sebagai forum diskusi, melainkan sebagai kekuatan kolektif yang tangguh dan berpengaruh di panggung internasional.
Pewarta : Setiawan Wibisono


