RI News. Probolinggo, Jawa Timur – Kementerian Komunikasi dan Digital bersama sejumlah media lokal dan nasional menggelar kunjungan jurnalistik ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo, Jumat (17/4/2026). Kunjungan ini menjadi wadah langsung bagi insan pers untuk menyaksikan implementasi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi utama Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) dalam memfasilitasi akses informasi bagi media.
“Kunjungan jurnalistik ini bagian dari fungsi Kementerian Komdigi, terutama Dirjen Komunikasi Publik dan Media (KPM), untuk memfasilitasi teman-teman media agar bisa melihat secara langsung program-program Pak Presiden, terutama adalah Sekolah Rakyat,” ujar Farida Dewi Maharani di lokasi, Jumat.
Selama kunjungan, tim dari Kementerian Komdigi dan media secara khusus memantau penerapan teknologi dalam proses belajar mengajar di SRT 7 Probolinggo. Farida menilai sekolah ini sebagai salah satu model percontohan yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi secara bijak dalam pendidikan.

“SRT 7 Probolinggo ini merupakan salah satu Sekolah Rakyat percontohan yang sudah mengadopsi teknologi dalam proses pembelajaran mereka,” katanya.
Lebih lanjut, Farida mengapresiasi penerapan pembatasan waktu penggunaan layar (screen time) di sekolah tersebut. Menurutnya, akses siswa terhadap perangkat digital sangat dibatasi dan didampingi secara ketat oleh guru serta wali asuh.
“Mereka (anak-anak) dikasih akses untuk gadget pun juga sangat terbatas dan komitmen mereka (guru, wali asuh) untuk mendampingi anak-anak juga cukup baik ya,” tambah Farida Dewi Maharani.
SRT 7 Probolinggo merupakan sekolah berasrama yang melayani jenjang SMP dan SMA. Sekolah ini mulai beroperasi sejak Juli 2025 dan berlokasi di kawasan Mayangan, Kota Probolinggo. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 91 siswa telah mengikuti pendidikan di lembaga ini.
Berbeda dengan sekolah konvensional, SRT 7 Probolinggo mengusung konsep pendidikan terintegrasi yang tidak hanya menitikberatkan pencapaian akademik semata. Sekolah ini secara simultan membentuk karakter siswa melalui kehidupan sehari-hari di lingkungan asrama, termasuk disiplin, tanggung jawab, dan nilai-nilai kebersamaan.
Baca juga : Generasi Alpha Jadi Penopang Baru Hunian Hotel: Anak-Anak Kini Menentukan Liburan Keluarga
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seleksi peserta didik dilakukan secara ketat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan program ini benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Kunjungan jurnalistik ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat mengenai upaya pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata, inovatif, dan berbasis teknologi sekaligus tetap menjaga keseimbangan dengan pembentukan karakter siswa.
Dengan model seperti SRT 7 Probolinggo, pendidikan tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, melainkan juga menjadi sarana pemberdayaan generasi muda dari kalangan kurang mampu untuk masa depan yang lebih baik.
Pewarta : Yudha Purnama

