RI News. Medan, 8 Juli 2026 — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mendorong percepatan kerja sama konektivitas maritim strategis antara Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara dengan Penang Port di Malaysia. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator baru bagi pertumbuhan ekonomi regional yang lebih inklusif dan berdaya saing.
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengungkapkan dukungan penuh Pemprov setelah bertemu dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang Malaysia, Wanton Saragih Sidauruk, di Kantor Gubernur Sumut, Senin. “Konektivitas ini akan memberi manfaat strategis bagi perekonomian Sumut,” ujar Surya.
Menurut Surya, percepatan pembangunan ini tidak hanya memperkuat kawasan industri terintegrasi di Batu Bara, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya logistik secara signifikan. Ia juga menyoroti isu perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di Penang serta penyelesaian persoalan hukum yang kerap melibatkan nelayan Sumut di perairan perbatasan. “Kami akan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pemprov Sumut sudah pasti akan menindaklanjuti apa yang diharapkan,” tegasnya.

Selama ini, masyarakat umum mungkin belum banyak mengetahui bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung telah beroperasi secara fungsional, khususnya untuk komoditas utama. Pelabuhan ini memiliki terminal khusus milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) untuk bongkar muat bahan baku dan produk aluminium. Selain itu, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal yang dikelola PT Prima Multi Terminal—konsorsium PT Pelindo (Persero), PT Waskita Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero)—telah melayani berbagai kegiatan logistik, mulai dari peti kemas hingga curah cair, curah kering, dan general cargo.
“Pelabuhan Kuala Tanjung ini menghadap ke Selat Malaka, proyek strategis nasional yang diproyeksikan menjadi pelabuhan hub internasional sekaligus pusat transshipment terbesar di wilayah barat Indonesia,” papar Surya.
Wanton Saragih Sidauruk menyambut baik dukungan Pemprov Sumut. Ia mengungkapkan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung dan Penang Port telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 2 September 2025. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan konektivitas logistik, pengapalan peti kemas internasional, serta kegiatan alih muat di Selat Malaka.
Baca juga : Kolaborasi Strategis Kediri Hadapi Ancaman Kemarau: Pertamina dan PLN Lindungi Produktivitas Petani
“MoU antara PT Prima Multi Terminal dan Penang Port berfokus pada pengembangan konektivitas logistik, pengapalan peti kemas internasional, serta kegiatan alih muat di Selat Malaka,” jelas Wanton. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka rute pelayaran peti kemas reguler antara kedua pelabuhan, sehingga memperlancar arus ekspor-impor serta memperluas peluang perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di Sumatera Utara.
Wanton menambahkan bahwa pada 23 Juni lalu pihaknya telah bertemu langsung dengan CEO Penang Port serta perwakilan Pelabuhan Kuala Tanjung. “Dari Kuala Tanjung ke Penang Port jaraknya sekitar enam jam, lebih dekat,” katanya. Jarak tempuh yang relatif singkat ini menjadi nilai tambah kompetitif dibandingkan rute-rute konvensional lainnya.
Dukungan Pemprov Sumut diharapkan tidak hanya mempercepat implementasi MoU, tetapi juga melibatkan kalangan dunia usaha termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mewujudkan visi pelabuhan hub internasional yang sesungguhnya.
Pewarta : Adi Tanjoeng
Tagline: #KualaTanjungHub, #KonektivitasSumutMalaysia, #PelabuhanStrategis, #EkonomiMaritim, #TransshipmentSelatMalaka,

