RI News. Kediri, 7 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menggandeng PT Pertamina dan PT PLN (Persero) dalam upaya menjaga ketersediaan pengairan lahan pertanian. Langkah ini menjadi bentuk antisipasi dini terhadap dampak musim kemarau yang berpotensi menurunkan produktivitas petani dan mengganggu ketahanan pangan daerah.
“Kami dengan Pertamina selalu berkomunikasi dan berkoordinasi terkait kebutuhan solar. Kami minta kebutuhan petani diprioritaskan. Dengan PLN juga terkait program sumur submersible karena membutuhkan pasokan listrik yang besar,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Sukadi di Kediri, Senin.
Sukadi menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu program prioritas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Fokus utamanya adalah menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai intervensi infrastruktur dan logistik.

Kerja sama dengan Pertamina difokuskan pada penyediaan solar bersubsidi untuk kebutuhan pertanian, sementara kolaborasi dengan PLN mendukung program listrik masuk sawah melalui pemasangan sumur submersible atau sumur bor satelit. Pemerintah daerah juga mempercepat proses penerbitan rekomendasi pembelian solar bersubsidi. Petani kini cukup melapor kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL), yang kemudian mengurus rekomendasi ke dinas terkait.
“Rekomendasi dari kami pada hari itu juga dikirim ke PPL untuk dicetak dan diserahkan kepada petani. Jadi dalam sehari mereka sudah bisa mendapatkan barcode solar bersubsidi,” ujar Sukadi. Meski prosesnya telah dipermudah, pengawasan ketat terhadap penggunaan BBM bersubsidi tetap dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan. Solar tersebut diperuntukkan bagi pompa air diesel maupun operasional alat dan mesin pertanian (alsintan).
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri berencana membangun sekitar 380 titik sumur submersible yang didanai oleh pemerintah pusat maupun daerah. Program ini diharapkan dapat membantu pengairan lahan kelompok tani secara lebih andal di tengah musim kering.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan benih, termasuk benih jagung sebanyak 200 ton untuk lahan seluas 13.300 hektare. Bantuan ini bertujuan menekan biaya produksi petani. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sebelumnya menegaskan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah.
“Kami tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan alsintan (alat mesin pertanian), jumlahnya nanti ditunggu saja,” kata Bupati Hanindhito.
Pendekatan terintegrasi ini diharapkan tidak hanya menjaga produktivitas pertanian Kabupaten Kediri, tetapi juga menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Pewarta : Wisnu H
Tagline: #KediriPertanian, #AntisipasiKemarau, #PertaminaPLN, #KetahananPangan, #SumurSubmersible, #BantuanPetaniKediri,

