Skip to content
17/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Api Dharma Waisak: Cahaya Kebijaksanaan yang Menembus Kegelapan Batin

Api Dharma Waisak: Cahaya Kebijaksanaan yang Menembus Kegelapan Batin

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Cahaya Kebijaksanaan yang Menembus Kegelapan Batin
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Magelang — Api Dharma yang diambil dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, kini disemayamkan di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, sebagai bagian penting rangkaian perayaan Waisak 2026. Api suci ini akan dibawa ke Candi Borobudur pada 31 Mei 2026, menjadi pusat perhatian umat Buddha Indonesia dalam merayakan Trisuci Waisak.

Sekretaris Jenderal Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Biksu Kamsai Sumana Mahathera, menekankan makna mendalam di balik tradisi Api Dharma ini. Menurutnya, api bukan sekadar nyala simbolis, melainkan representasi terang kebijaksanaan yang mampu menghapus kegelapan batin manusia.

“Api itu simbolis tradisi kita menjadi terang. Terang itu damai, damai adalah kebijaksanaan untuk melawan kotoran batin, baik saat kita berada dalam kegelapan, kebencian, maupun kebodohan,” ujar Biksu Kamsai Sumana Mahathera di Magelang, Jumat.

Ia menambahkan bahwa api dalam tradisi Waisak melambangkan penerangan kehidupan menuju kedamaian dan kasih sayang antarsesama. Cahaya api menjadi pengingat bagi umat manusia untuk hidup berdampingan dengan welas asih, sehingga kegelapan batin dapat berubah menjadi terang kehidupan yang lebih bermakna.

Dalam penjelasannya, Biksu Kamsai juga menyampaikan makna lilin yang dinyalakan dalam prosesi Waisak. Warna merah, putih, dan kuning pada lilin melambangkan kebahagiaan, kesucian, serta cahaya kebijaksanaan yang diajarkan Sang Buddha.

“Api dharma Waisak sebagai simbol terang kebijaksanaan yang mampu melenyapkan kegelapan batin manusia, seperti kebencian, emosi, dan kebodohan,” tegasnya.

Tahun ini, umat Buddha mendapat kesempatan khusus untuk melaksanakan pradaksina (berjalan mengelilingi candi) dan meditasi di area samping Candi Mendut. Hal ini dilakukan karena pemerintah sedang melaksanakan pemugaran di bagian dalam candi yang mengalami rembesan air. Renovasi jangka panjang ini diperlukan untuk menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut.

Setelah disemayamkan di sekitar Candi Mendut, Api Dharma akan diberangkatkan menuju Candi Borobudur pada 31 Mei 2026 sebagai puncak perayaan Waisak nasional. Setibanya di Borobudur, umat Buddha dari berbagai aliran yang tergabung dalam Walubi akan melaksanakan doa secara bergantian.

Baca juga : IPDN sebagai Fondasi Birokrasi Tangguh: Mendagri Tito Tekankan Peran Strategis Lulusannya bagi Ketahanan Negara

“Doa itu berisi hal-hal positif, doa untuk kebahagiaan dan kesehatan. Makna Waisak adalah menyucikan hati dan pikiran,” kata Biksu Kamsai.

Perayaan Waisak 2026 mengusung semangat memperkuat harmoni dan kebijaksanaan di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan. Api Dharma yang berasal dari Mrapen, yang secara tradisi dianggap memiliki api abadi, menjadi pengingat bahwa cahaya kebijaksanaan harus terus dijaga dan disebarkan.

Dengan prosesi yang sarat makna filosofis ini, umat Buddha Indonesia diharapkan semakin mendalami ajaran untuk hidup damai, penuh kasih sayang, serta berkontribusi positif bagi masyarakat luas. Api Dharma bukan hanya warisan budaya, melainkan juga panggilan spiritual untuk terus menerangi kegelapan batin di era saat ini.

Pewarta: Rendro P

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: IPDN sebagai Fondasi Birokrasi Tangguh: Mendagri Tito Tekankan Peran Strategis Lulusannya bagi Ketahanan Negara
Next: Wamendagri Ribka Haluk: Pembangunan Papua Harus Berakar pada Kearifan Lokal, Bukan Sekadar Modernisasi

Related Stories

Fenomena Pesugihan Kandang Bubrah

Fenomena Pesugihan Kandang Bubrah: Ritual Kekayaan Tanpa Tumbal yang Mengguncang Purwantoro

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Budaya Dongko Menggelora

Budaya Dongko Menggelora: Ribuan Warga Saksikan Pentas Tari Kolosal yang Menggugah Jati Diri Bangsa

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Sumatera Barat Raih 15 Warisan Budaya Takbenda Baru

Sumatera Barat Raih 15 Warisan Budaya Takbenda Baru, Perkuat Identitas Minang-Mentawai di Panggung Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • KPK Dalami Jaringan Suap Audit BPK: Bobby Adhityo Rizaldi Diperiksa Terkait Pengondisian Opini WTP Muara Enim
  • Jalan Impian Dusun Sugihan-Brenggolo Segera Mulus! TMMD Sengkuyung III Resmi Digelar
  • Tragedi Pilu Bocah 13 Tahun Hilang Nyawa Saat Berenang di Sungai Sukoharjo
  • AI untuk Petani: Danrem Yogya Gandeng Startup Muda Genjot Ketahanan Pangan
  • APBD Harus Jadi Senjata Utama Lawan Kemiskinan dan Kesenjangan Daerah
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.