Skip to content
23/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Lom Plai Masuk KEN 2026: Pengakuan Nasional atas Diplomasi Budaya dan Ekowisata Dayak Wehea

Lom Plai Masuk KEN 2026: Pengakuan Nasional atas Diplomasi Budaya dan Ekowisata Dayak Wehea

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Pengakuan Nasional atas Diplomasi Budaya dan Ekowisata Dayak Wehea
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Kutai Timur – Pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal kembali menguat dalam lanskap kebijakan pariwisata nasional. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia resmi menetapkan Festival Lom Plai di Kabupaten Kutai Timur sebagai bagian dari agenda Karisma Event Nusantara 2026 (KEN) 2026. Penetapan ini tidak hanya menegaskan posisi festival sebagai atraksi unggulan, tetapi juga memperlihatkan arah baru pembangunan pariwisata berbasis budaya dan keberlanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menilai Festival Lom Plai sebagai representasi autentik nilai-nilai kosmologis masyarakat adat Dayak Wehea. Dalam perspektif antropologi budaya, festival ini tidak sekadar ritual tahunan, melainkan medium reproduksi sosial yang menjaga keseimbangan relasi manusia, alam, dan spiritualitas.

Puncak perayaan yang berlangsung di Desa Nehas Liah Bing menjadi ruang artikulasi identitas kolektif masyarakat adat. Rangkaian kegiatan dimulai dari prosesi sakral Ngesea Egung—pemukulan gong sebagai penanda awal siklus ritual—yang secara simbolik membuka ruang komunikasi antara manusia dan entitas spiritual. Tahapan berikutnya, Laq Pesyai, memperlihatkan praktik ekologis berbasis kearifan lokal melalui pengambilan hasil hutan secara selektif dari hulu Sungai Wehea.

Dalam kerangka studi lingkungan, ritual seperti Naq Pesyai Duq Min dan Wet Min yang menandai batas wilayah kampung menunjukkan adanya sistem pengelolaan ruang berbasis adat yang berfungsi sebagai mekanisme konservasi. Sementara itu, ritual tertutup Ngelwung Pan yang dilakukan perempuan adat di bawah rumah keturunan Hepui memperlihatkan dimensi gender dalam praktik spiritual, sekaligus memperkaya kajian etnografi mengenai peran perempuan dalam menjaga ritus sakral.

Memasuki fase persiapan puncak, masyarakat membangun pondok sementara di tepian sungai dalam tradisi Naq Jengea, mencerminkan adaptasi sosial terhadap siklus alam. Puncak acara Bob Jengea menampilkan ekspresi budaya yang lebih terbuka seperti tari Hudoq, pawai adat, hingga atraksi Seksiang—perang-perangan di atas air—yang menjadi daya tarik visual sekaligus simbol ketangkasan dan solidaritas komunal.

Seluruh rangkaian ditutup dengan ritual Embos Epaq Plai yang berfungsi sebagai “pembersihan sosial” menjelang musim tanam. Dalam perspektif sosiologi ritual, fase ini menandai reintegrasi komunitas sekaligus harapan kolektif terhadap keberlanjutan kehidupan agraris.

Baca juga : Kedaulatan Bioteknologi: Dorongan Strategis Pengembangan Ekosistem Sel Punca Nasional

Lebih jauh, pengakuan melalui KEN 2026 menempatkan Festival Lom Plai dalam orbit ekonomi kreatif nasional. Pemerintah daerah memandang momentum ini sebagai peluang strategis untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan ekowisata. Lanskap hutan tropis yang relatif terjaga, dipadu dengan keunikan sistem sosial adat, memberikan nilai diferensiasi yang kuat dibanding destinasi lain.

Namun demikian, integrasi ke dalam agenda nasional juga membawa konsekuensi. Tantangan utama terletak pada menjaga autentisitas ritual di tengah potensi komersialisasi. Dalam konteks ini, pendekatan pariwisata berkelanjutan menjadi krusial, agar ekspansi ekonomi tidak menggerus nilai-nilai lokal yang justru menjadi daya tarik utama.

Dengan demikian, Festival Lom Plai tidak hanya berfungsi sebagai agenda pariwisata, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya yang memperlihatkan bagaimana masyarakat adat mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional tanpa kehilangan identitasnya. Pengakuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan pariwisata Indonesia sangat bergantung pada kemampuan merawat harmoni antara tradisi, alam, dan modernitas.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kedaulatan Bioteknologi: Dorongan Strategis Pengembangan Ekosistem Sel Punca Nasional
Next: Papua Pegunungan sebagai Garda Terakhir Iklim: Strategi Kehutanan dalam Menopang Target Emisi Nasional

Related Stories

Begawi Bandarlampung

Begawi Bandarlampung: Menjembatani Warisan Budaya Lampung dengan Generasi Muda di Tengah Arus Modernisasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Fenomena Pesugihan Kandang Bubrah

Fenomena Pesugihan Kandang Bubrah: Ritual Kekayaan Tanpa Tumbal yang Mengguncang Purwantoro

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Budaya Dongko Menggelora

Budaya Dongko Menggelora: Ribuan Warga Saksikan Pentas Tari Kolosal yang Menggugah Jati Diri Bangsa

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Santri Al Muayyad Jadi Garda Terdepan: Bawaslu Solo Tanamkan Literasi Demokrasi di Pesantren
  • Tragedi Tak Terduga: Petugas Kebersihan Karanganyar Ditemukan Meninggal di Bangunan Bekas TPS
  • DPRD Solo Beri Dukungan Moral ke Satpol PP: Penindakan Miras di Lokananta Jadi Tolok Ukur Penegakan Perda
  • Gelombang Panas Ekstrem Jepang: Suhu 40 Derajat Celsius Mengancam 41 Prefektur
  • Sinergi Penegakan Hukum: Polres Padangsidimpuan Limpahkan Kasus Rokok Ilegal Beserta Pelaku ke Bea Cukai Sibolga
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.