Skip to content
14/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Jejak Abadi Leluhur Jawa di Tepi Selat Melaka: Persilangan Budaya yang Menyatukan Serumpun

Jejak Abadi Leluhur Jawa di Tepi Selat Melaka: Persilangan Budaya yang Menyatukan Serumpun

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 4 minutes read
Jejak Abadi Leluhur Jawa di Tepi Selat Melaka
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Muar, Johor — Di pinggir Selat Melaka, wilayah Muar di Johor, Malaysia, menyimpan cerita panjang tentang perjalanan dan adaptasi masyarakat Jawa yang bermula sejak abad ke-19. Migrasi besar-besaran yang dipicu tekanan kolonial Belanda di Tanah Jawa tidak hanya mengubah demografi, tetapi juga menciptakan perpaduan budaya yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat setempat.

Secara historis, masyarakat Jawa dikenal sebagai salah satu kelompok yang paling dinamis dalam membentuk lanskap sosial dan budaya di Asia Tenggara. Ribuan orang Jawa meninggalkan tanah kelahiran mereka mencari kehidupan baru, membawa serta bahasa, adat istiadat, kesenian, dan pengetahuan pertanian yang kemudian berbaur dengan budaya lokal di daerah tujuan, termasuk Semenanjung Melayu.

Salah satu bukti paling nyata dari jejak tersebut dapat ditemukan di Kampung Sarang Buaya dan sekitar Sungai Balang, Muar. Di sini, keturunan Jawa masih menjaga bahasa dan tradisi leluhur meski telah berintegrasi dengan masyarakat Melayu dan Bugis selama beberapa generasi.

YB Selamat Takim, anggota dewan daerah Sungai Balang yang merupakan keturunan Sultan Pakubuwono XI dari Solo, dengan fasih mengucapkan hitungan dalam bahasa Jawa saat berbincang: “Iso ngomong jowo aku. Setunggal, kalih, tiga, sekawan, gangsal, sedoso.”

Menurut Selamat, Muar dulunya menjadi tempat hijrah bagi masyarakat Indonesia, terutama setelah perang kolonial. Awalnya didominasi perantau Bugis dari Sulawesi Selatan pada abad ke-17, wilayah ini kemudian menjadi rumah bagi gelombang migran Jawa. Mereka membentuk perkampungan, menikah dengan penduduk lokal, dan menciptakan ikatan kekeluargaan yang bertahan hingga kini.

“Kita ki sedulur. Wong serumpun,” ujar Selamat penuh semangat. “Zaman dulu kita satu rumpun. Sekarang kita terpisah dua negara, tapi tetap bersaudara. Maju Indonesia, maju Malaysia, kita berdua jadi kuat di Asia Tenggara.”

Keraton Mbah Anang dan Semangat Menjaga Akar

Di kampung yang sama, Johar Paimin, keturunan asal Mojokerto, membangun sebuah bangunan unik bernama Keraton Mbah Anang. Gapura bata merah khas Mojokerto, wayang gunungan raksasa yang dipadukan dengan motif harimau Melayu, serta rumah joglo berukiran Jepara menjadi simbol nyata perpaduan budaya.

Johar mengisi keratonnya dengan koleksi wayang, topeng, reog (yang disebut barongan di sini), dan gamelan lengkap. Ia bahkan membuka kelas gamelan untuk anak-anak Malaysia setempat.

Basca juga : Khofifah Serukan Dharma sebagai Benteng Perdamaian di Tengah Gejolak Dunia

“Kenapa harus dilestarikan? Karena kita harus kembali kepada akar kita,” katanya, mengutip falsafah Jawa sangkan paraning dumadi. Meski menghadapi tantangan — di mana budaya Jawa di Muar sering dipandang sebagai “milik Indonesia” di satu sisi dan “campuran” di sisi lain — Johar menegaskan bahwa yang mereka jaga adalah Jawa-Melayu, bukan Jawa murni.

Ia mencontohkan reog Ponorogo yang tetap diakui asalnya dari Ponorogo, bukan diklaim sebagai milik Malaysia.

Jejak di Kehidupan Sehari-hari

Warga lokal Mohd Khairi bin Abu, meski bukan keturunan Jawa, mengakui kuatnya pengaruh migrasi tersebut. Menurutnya, sebelum terbentuknya batas negara modern, wilayah ini adalah bagian dari “Kepulauan Melayu” yang sama. Hal itu terlihat dari kesenian seperti Kuda Kepang dan Barongan, serta kuliner khas seperti soto, ketupat, lepat, dan nasi ambeng yang memiliki cita rasa serupa namun telah beradaptasi dengan selera Melayu.

Bahkan nama-nama tempat seperti Parit Jawa dan Sungai Gersik (dari kata “resik” dalam bahasa Jawa) menjadi saksi bisu perjalanan leluhur.

Direktur Senior Bahagian Iklan dan Digital Tourism Malaysia, Akbal Setia, menilai fenomena di Muar mencerminkan kedalaman hubungan sosial-budaya antara Indonesia dan Malaysia yang sudah terjalin jauh sebelum kemerdekaan.

Menjaga Persaudaraan Serumpun

Kunjungan ke Kampung Sarang Buaya membuktikan bahwa migrasi Jawa bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan penyemaian nilai dan tradisi yang terus tumbuh lintas generasi dan lintas batas. Persaudaraan Indonesia-Malaysia yang berakar dari rumpun Melayu yang sama harus terus dijaga, bukan hanya di tingkat pemerintahan, tetapi juga antar masyarakat.

Di tengah dinamika geopolitik kawasan, warisan budaya bersama seperti yang terjaga di Muar menjadi pengingat bahwa ikatan darah dan sejarah jauh lebih kuat daripada sekat-sekat politik.

Pewarta : Setiawan

Tag Line : #JejakJawaDiMuar, #WarisanSerumpun, #BudayaJawaMelayu, #MigrasiSejarah, #PersaudaraanIndonesiaMalaysia, #KampungSarangBuaya, #SangkanParaningDumadi,

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...
Tags: #BudayaJawaMelayu #JejakJawaDiMuar #KampungSarangBuaya #MigrasiSejarah #PersaudaraanIndonesiaMalaysia #SangkanParaningDumadi #WarisanSerumpun

Post navigation

Previous: Khofifah Serukan Dharma sebagai Benteng Perdamaian di Tengah Gejolak Dunia
Next: Serangan di Lebanon Selatan Lumpuhkan Jalur Bantuan, PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan Semakin Parah

Related Stories

Pohon Jati Ki Ageng Sentono yang Ditanam Bupati Broto Pranoto

Pohon Jati Ki Ageng Sentono: Diboyong Bupati Wonogiri Ke-8 Broto Pranoto Menjadi Kerangka Rumah Dinas

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Ribuan Seniman Tayub Serba Sejenis Kumpulkan di Trenggalek

Ribuan Seniman Tayub Serba Sejenis Kumpulkan di Trenggalek, Budaya Tradisional yang Bisa Naik Level Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
4 Agenda Tahunan yang Menyembunyikan Rahasia 250 Suku di Balik Kebangkitan Identitas

Festival Budaya Papua 2026: 4 Agenda Tahunan yang Menyembunyikan Rahasia 250 Suku di Balik Kebangkitan Identitas

Virly Posted on 2 minggu ago
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Dari Balik Jeruji, Vespa Mungil Lahir: Warga Binaan Padangsidimpuan Rakit Presisi dan Harapan
  • Jebakan Emas di Rumah Kontrakan: Modus COD Rp250 Juta Kandas oleh Reaksi Spontan Sang Suami
  • Jembatan Gantung Tanjung Medan Kian Rapuh, Nyawa Warga Dua Kecamatan Dipertaruhkan
  • Satbinmas Polres Melawi Gencarkan Edukasi Dini, Ajak Warga Tinggalkan Kebiasaan Membakar Lahan
  • Dari Lahan Mapolres hingga Lumbung Pangan: Polres Melawi Tanam Terong, Semangka, dan Padi Gogo
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by