Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Harapan dan Keraguan di Balik Perundingan Langsung Pertama Lebanon-Israel dalam 40 Tahun

Harapan dan Keraguan di Balik Perundingan Langsung Pertama Lebanon-Israel dalam 40 Tahun

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Harapan dan Keraguan di Balik Perundingan Langsung Pertama Lebanon-Israel dalam 40 Tahun
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Washington – Untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade, perwakilan resmi Lebanon dan Israel duduk berhadapan secara langsung di meja perundingan. Pertemuan pendahuluan yang digelar di Washington pada Selasa lalu menandai babak baru dalam hubungan kedua negara yang selama ini hanya dikenal melalui konflik dan permusuhan.

Perundingan ini lahir dari perang terbaru antara Israel dan Hizbullah yang telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan kehancuran besar di Lebanon. Berbeda dengan upaya diplomatik sebelumnya yang kerap dilakukan secara tidak langsung, kali ini kedua pihak memilih jalur langsung meski masih dalam suasana saling curiga.

Pemerintah Lebanon yang berkuasa sejak awal 2025 dengan agenda reformasi besar-besaran melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk mengembalikan kedaulatan negara. Presiden Joseph Aoun sebelumnya telah menawarkan perundingan langsung dengan Israel sebagai imbalan penghentian permusuhan. Tawaran itu awalnya ditolak, namun situasi berubah setelah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang juga melibatkan Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan regional.

Namun, jalan menuju perundingan ini tidak mulus. Hizbullah dan kelompok pendukungnya mengecam keras langkah pemerintah Beirut, menyebutnya sebagai “konsesi gratis” kepada musuh di tengah posisi Lebanon yang masih lemah. Sementara itu, Israel memandang perundingan ini terutama sebagai sarana untuk melucuti pengaruh Hizbullah di Lebanon selatan, bukan sekadar menghentikan tembakan.

Kedua pihak datang dengan agenda yang sangat berbeda. Lebanon menuntut gencatan senjata segera, penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan, pembebasan tahanan Lebanon, serta komitmen rekonstruksi dan penguatan militer nasional agar dapat menguasai seluruh wilayah negara. Beirut juga ingin mengikuti model perundingan Pakistan-Iran-AS, yaitu menghentikan tembakan terlebih dahulu sebelum membahas kesepakatan permanen.

Di pihak Israel, perundingan ini lebih dilihat sebagai langkah menuju “perdamaian” dengan fokus utama pada pelucutan senjata Hizbullah dan penghapusan pengaruh kelompok tersebut dari Lebanon. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, menyambut pertemuan tersebut sebagai “pertukaran yang sangat baik” dan menunjukkan adanya kesamaan pandangan mengenai masa depan Lebanon tanpa dominasi Hizbullah.

Baca juga : Malam Maut di Ukraina: Serangan Udara Rusia Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Tengah Krisis Rudal Pertahanan

Sementara itu, Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh Mouawad menyebut pertemuan pendahuluan itu “konstruktif”, meski hanya membahas aspek logistik dan belum menyentuh substansi inti.

Sejarah hubungan Lebanon-Israel penuh dengan upaya damai yang rapuh. Pada 1949, kedua negara sempat mencapai pakta non-agresi yang bertahan hingga Perang Enam Hari 1967. Pada 1983, di tengah perang saudara Lebanon, keduanya menandatangani kesepakatan yang mengakui Israel dan menetapkan zona keamanan di selatan Lebanon, tetapi perjanjian itu dibatalkan hanya satu tahun kemudian.

Upaya terbaru pada 2022 berhasil menyepakati garis batas maritim, namun kesepakatan itu gagal menjadi fondasi yang kuat ketika konflik meletus kembali pasca-serangan Hamas 7 Oktober 2023. Gencatan senjata yang dicapai melalui mediasi Amerika Serikat tahun lalu juga tidak sepenuhnya dijalankan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menekankan bahwa proses ini bukanlah “satu peristiwa”, melainkan “proses yang memakan waktu”. Pernyataan itu mencerminkan sikap realistis bahwa jalan menuju kesepakatan permanen masih sangat panjang dan penuh rintangan.

Bagi Lebanon, keberhasilan perundingan ini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk memisahkan nasib negaranya dari dinamika regional Iran-Hizbullah. Sementara bagi Israel, ini adalah kesempatan untuk mengamankan perbatasan utara tanpa harus terus-menerus terlibat dalam konflik berulang.

Di tengah harapan yang muncul, banyak pengamat di Beirut tetap skeptis. Mereka khawatir Lebanon datang ke meja perundingan dengan posisi yang terlalu lemah, sehingga berisiko memberikan konsesi yang tidak seimbang.

Meski demikian, fakta bahwa perundingan langsung terjadi setelah puluhan tahun permusuhan tetap menjadi perkembangan diplomatik yang signifikan. Apakah proses ini akan menghasilkan terobosan nyata atau kembali menjadi catatan kegagalan dalam sejarah diplomasi Timur Tengah, masih harus dilihat dalam beberapa bulan ke depan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Malam Maut di Ukraina: Serangan Udara Rusia Tewaskan Puluhan Warga Sipil di Tengah Krisis Rudal Pertahanan
Next: Jakarta Siap Gebrak Asia Tenggara: FIA Rallycross World Cup 2026 Hadir di Ancol, Bidik 30 Ribu Penonton

Related Stories

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa: Integritas Pemilu Kolombia Diuji di Tengah Ketegangan Politik

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Malam Berdarah di Ukraina

Malam Berdarah di Ukraina: Eskalasi Serangan Rusia Menguji Ketahanan Sipil di Tengah Kekurangan Pertahanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Rapuhnya Gencatan Senjata

Rapuhnya Gencatan Senjata: Serangan Drone Israel Kembali Menghantam Lebanon di Tengah Upaya Diplomasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.