RI News. Bekasi, 28 April 2026 — Presiden Prabowo Subianto tiba di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi (28/4/2026) untuk menjenguk para korban tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL Commuter Line yang terjadi malam sebelumnya di Stasiun Bekasi Timur. Didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, kunjungan tersebut menunjukkan respons cepat pemerintah di tengah duka mendalam yang melanda masyarakat.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB Senin malam itu mengakibatkan benturan keras dari belakang pada gerbong KRL, terutama bagian belakang yang dilaporkan menjadi titik paling parah. Hingga Selasa pagi, data yang tercatat menunjukkan 14 orang meninggal dunia dan 84 korban mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan beragam. Sebagian besar korban dirawat di RSUD Kota Bekasi dan rumah sakit terdekat lainnya.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas peristiwa tersebut. “Kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan ini,” ujarnya usai menjenguk korban. Ia menekankan bahwa pemerintah akan memastikan penanganan medis terbaik bagi para korban yang masih dirawat, termasuk dukungan psikososial bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga.

Kunjungan ini bukan sekadar gesture simbolis. Presiden Prabowo disebut telah memerintahkan tim terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti tabrakan. Beberapa dugaan sementara mengarah pada faktor sinyal, perlintasan sebidang, atau kondisi operasional di jalur padat yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah timur Jawa Barat.
Kecelakaan ini kembali menyoroti kerentanan sistem perkeretaapian di wilayah metropolitan yang padat lalu lintas. Stasiun Bekasi Timur sebagai salah satu titik krusial sering kali menjadi saksi tingginya volume pergerakan penumpang harian, baik commuter maupun kereta jarak jauh. Pakar transportasi akademis dari universitas di Jakarta menilai bahwa insiden semacam ini harus menjadi momentum untuk mempercepat modernisasi sistem persinyalan, peningkatan separasi jalur, serta evaluasi protokol keselamatan secara komprehensif.
“Tragedi ini mengingatkan kita bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan demi efisiensi. Diperlukan pendekatan berbasis data dan teknologi untuk mencegah pengulangan kejadian serupa,” kata seorang analis transportasi yang enggan disebut namanya.
Baca juga : Supardi, Warga Wonogiri Bangun Rumah Berbentuk Bus Agra Mas, Ini Ceritanya
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menghentikan sementara beberapa perjalanan kereta dari arah Jakarta ke timur untuk memprioritaskan evakuasi dan pemulihan jalur. Proses identifikasi korban dan pendampingan keluarga terus berjalan, dengan koordinasi antara rumah sakit, Basarnas, dan tim medis darurat.
Kunjungan Presiden Prabowo ke RSUD Bekasi pagi ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan kepedulian langsung terhadap rakyat yang terdampak. Banyak pihak berharap bahwa respons cepat ini akan diikuti langkah konkret berupa perbaikan infrastruktur dan regulasi yang lebih ketat, sehingga tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi gabungan masih bekerja di lapangan untuk menyusun laporan awal penyebab kecelakaan. Pemerintah diharapkan segera menyampaikan update resmi kepada publik agar transparansi terjaga di tengah keprihatinan nasional.
Pewarta : Yogi Hilmawan

