RI News. Lampung Barat, 6 Mei 2026 — Duka mendalam menyelimuti wilayah Kecamatan Belalau, Lampung, setelah dua anak dilaporkan hanyut dan ditemukan meninggal dunia di Sungai Way Semaka, tepatnya di Pekon Kenali, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Kedua korban, Revan bin Khoirul Anwar dan Abin bin Wahyu, keduanya berasal dari Bakhu (Batu Ketulis), menjadi korban arus deras sungai yang deras pada hari itu. Tim pencarian yang melibatkan pihak terkait dan warga setempat bergerak cepat, berhasil menemukan Revan sekitar pukul 14.30 WIB. Tak lama berselang, sekitar pukul 15.40 WIB, Abin ditemukan dalam kondisi serupa.
Peristiwa tragis ini terjadi di tengah aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar sungai. Meski rincian awal penyebab hanyut belum diungkap secara resmi, kondisi arus yang deras diduga menjadi faktor utama. Sungai Way Semaka dikenal memiliki aliran yang cukup kuat, terutama saat musim hujan atau setelah hujan deras, sehingga sering menjadi perhatian bagi warga yang tinggal di sekitarnya.

Kejadian ini menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat Pekon Kenali serta sekitarnya. Rasa solidaritas warga terlihat saat banyak yang ikut serta dalam upaya pencarian hingga kedua anak berhasil ditemukan.
Pihak berwenang setempat menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Mereka mengimbau seluruh masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai. “Kami harap kejadian ini menjadi pengingat bersama agar selalu berhati-hati, terutama saat air sungai sedang deras. Hindari bermain atau melintasi sungai tanpa pengawasan yang cukup,” ujar salah satu perwakilan yang terlibat dalam penanganan kejadian.
Musibah ini kembali menyoroti pentingnya edukasi keselamatan di wilayah rawan bencana alam seperti aliran sungai di pedesaan Lampung. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus melakukan sosialisasi dan memasang rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Saat ini, kedua korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Masyarakat sekitar pun turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Pewarta: Atalinsyah


