RI News. Lisbon – Penyelidikan besar-besaran atas dugaan penyiksaan dan kekerasan sistematis di tubuh kepolisian Portugal kembali meluas. Pada Selasa kemarin, otoritas menangkap 15 polisi tambahan yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap kelompok masyarakat rentan. Dengan penangkapan terbaru ini, total sudah 24 anggota kepolisian yang sedang diselidiki.
Kasus ini mencuat sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah kepolisian Portugal modern. Para tersangka didakwa melakukan penyiksaan berat, pemerkosaan, penyalahgunaan wewenang, serta penganiayaan berat. Penyidik melakukan sekitar 30 penggeledahan, termasuk di dua kantor polisi di Lisbon yang menjadi lokasi utama dugaan pelanggaran tersebut.
Menurut informasi yang beredar dari sumber-sumber investigasi, korban yang menjadi sasaran mayoritas adalah orang asing tanpa dokumen resmi, tunawisma, dan pengguna narkoba. Kelompok-kelompok ini dipilih karena dianggap rentan dan minim akses terhadap perlindungan hukum, mencerminkan pola penyalahgunaan kekuasaan yang sistematis terhadap warga paling marginal di masyarakat.

Direktur Kepolisian Luís Carrilho menegaskan sikap tegas institusi. “Kami menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran,” katanya saat dimintai keterangan. Ia juga berupaya menjaga kepercayaan publik dengan menyatakan bahwa “warga dapat terus percaya kepada kepolisian.”
Kasus ini bermula dari penangkapan tujuh polisi pada 4 Maret lalu di Kantor Polisi Rato, Lisbon. Ketujuh petugas tersebut ditahan atas tuduhan serupa: penyiksaan, pemerkosaan, penyalahgunaan wewenang, dan penganiayaan fisik berat. Pengadilan memutuskan penahanan pra-persidangan dengan alasan risiko tinggi pengulangan tindak pidana, gangguan terhadap ketertiban umum, serta potensi penghilangan bukti.
Sebelumnya, dua polisi lain telah lebih dulu ditahan sejak Juli tahun lalu setelah penggerebekan di beberapa kantor polisi Lisbon. Mereka didakwa secara resmi pada Januari atas tuduhan penyiksaan, penganiayaan fisik berat, penggelapan, dan pemalsuan dokumen.
Baca juga : Harga Emas Melambung, Gelombang Penambangan Liar Mengancam Paru-paru Dunia di Amazon Brasil
Penyelidikan diperkirakan masih akan melibatkan puluhan petugas lainnya, termasuk dari berbagai tingkatan pangkat. Kepolisian Keamanan Publik (PSP) Lisbon Metropolitan Command menyatakan sangat mengecam perilaku yang melanggar prinsip-prinsip dasar penegakan hukum. Institusi ini mengklaim turut aktif melaporkan kasus internal tersebut ke Kejaksaan Umum.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang akuntabilitas institusi penegak hukum di Portugal. Meski kepolisian menegaskan komitmen reformasi, rangkaian penangkapan beruntun ini menunjukkan adanya masalah struktural yang lebih dalam, terutama dalam pengawasan terhadap perilaku aparat di lapangan ketika berhadapan dengan kelompok masyarakat yang paling lemah.
Publik Portugal kini menanti langkah konkret dari pemerintah dan lembaga peradilan untuk memastikan bahwa reformasi tidak hanya bersifat retorika, melainkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Pewarta : Vie


