RI News. Trenggalek – Suasana Lapangan Sumbergedong, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, semakin ramai pada Sabtu (18 April 2026). Ratusan warga dari berbagai RT setempat berbondong-bondong memadati lapangan untuk menyaksikan lomba sepak bola mini yang digelar sebagai rangkaian awal kegiatan Bersih Desa Kelurahan Sumbergedong.
Pertandingan yang mempertemukan tim dari RT 13 melawan RT 20 tersebut berlangsung penuh semangat. Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton menggema sepanjang laga, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental. Kegiatan ini sengaja dihadirkan untuk menggalakkan olahraga di kalangan masyarakat sekaligus memeriahkan persiapan Bersih Desa yang akan berlangsung dalam beberapa pekan mendatang.
Lurah Sumbergedong, Reny Widya Kurniasari, S.STP., M.Si., memimpin langsung persiapan acara tahunan ini. Menurutnya, tradisi Bersih Desa bukan sekadar ritual bersih-bersih lingkungan, melainkan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan mengenang jasa para sesepuh yang telah berjuang membangun desa.

Rangkaian kegiatan Bersih Desa Kelurahan Sumbergedong tahun ini mencakup berbagai acara, antara lain permainan tradisional seperti domino, ziarah makam sesepuh, serta kirab pusaka. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (9 Mei 2026) dengan pentas seni dan malam kesenian (NSR) yang akan digelar di GOR Gajah Putih Sumbergedong. Acara puncak ini rencananya akan dimeriahkan oleh penyanyi Selvy Kumalasari sebagai salah satu pengisi acara utama.
Bersih Desa yang diselenggarakan setiap tahun oleh kelurahan ini merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan untuk mengenang jasa para pendahulu. Salah satu sesepuh yang dikenang adalah Eyang Sungoyudo, yang makamnya berada di area Belik Sumbergedong.
Awq Media berkesempatan mewawancarai salah satu panitia sekaligus peserta lomba, Agung dari RT 13. Ia menekankan pentingnya melibatkan pemuda-pemudi sebagai generasi penerus. “Tujuan utama Bersih Desa ini adalah agar generasi muda Sumbergedong tetap membimbing dan melestarikan budaya serta tradisi yang ada. Kita juga harus selalu mengingat perjuangan sesepuh, khususnya Eyang Sungoyudo yang telah banyak berjasa bagi desa ini,” ujar Agung.
Sementara itu, salah seorang pengunjung yang hadir, P. Samat, menyampaikan harapannya agar tradisi ini terus dijaga. “Adat Bersih Desa jangan sampai dilupakan sampai kapan pun. Tradisi ini selalu mengingatkan kita pada perjuangan para sesepuh sehingga desa bisa seperti sekarang ini. Selain itu, acara seperti ini juga mempererat kerukunan antarwarga, saling silaturahmi, sehingga desa menjadi semakin makmur dan sejahtera,” katanya.
Kegiatan jelang Bersih Desa ini diharapkan dapat menjadi ajang pembauran yang sehat, menggabungkan semangat olahraga modern dengan nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar. Dengan antusiasme warga yang tinggi, tradisi Bersih Desa Kelurahan Sumbergedong dipastikan akan kembali menjadi momen kebersamaan yang bermakna bagi seluruh masyarakat Trenggalek.
Pewarta: Sugeng

