Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Uncategorized
  • Refleksi atas Kepergian Anthonieta Evia Maria Mangolo: Sebuah Panggilan untuk Ruang Akademik yang Aman

Refleksi atas Kepergian Anthonieta Evia Maria Mangolo: Sebuah Panggilan untuk Ruang Akademik yang Aman

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Sebuah Panggilan untuk Ruang Akademik yang Aman
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Sulawesi Utra 4 Januari 2026 – Kepergian Anthonieta Evia Maria Mangolo, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Negeri Manado, pada akhir Desember 2025, telah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan komunitas akademik. Kematiannya, yang diduga terkait tekanan psikologis akibat dugaan pelecehan seksual, tidak hanya menjadi tragedi pribadi, melainkan cerminan dari tantangan sistemik dalam perlindungan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.

Empat tahun lalu, Evia memulai perjalanan akademiknya dengan penuh harapan. Saat itu, ia didampingi oleh Dra. Carolin Manuahe, M.Si., seorang dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam universitas yang sama. Carolin bukan hanya membantu proses administratif pendaftaran, tetapi juga menjadi saksi atas semangat Evia sebagai mahasiswa baru. “Evia datang dengan mimpi besar, seperti banyak anak muda lainnya yang menitipkan masa depan mereka di kampus,” kenang Carolin dengan nada pilu dalam wawancara pada 2 Januari 2025 di sebuah ruko di Kelurahan Tatahadeng.

Sebagai seorang pendidik dan ibu—Carolin adalah orang tua dari Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM.—ia merasakan duka yang berlipat. “Hati saya remuk sebagai ibu, dan terpukul sebagai dosen. Institusi pendidikan harus menjadi tempat aman di mana mimpi anak-anak kita dilindungi, bukan diancam,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan lebih luas: kampus, yang seharusnya menjadi bastion etika dan kemanusiaan, kini dihadapkan pada pertanyaan mendasar tentang mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Kasus Evia membuka kembali diskursus tentang kerentanan mahasiswa terhadap pelecehan, terutama dalam hubungan kuasa yang asimetris antara dosen dan mahasiswa. Dugaan yang muncul dari surat pernyataan Evia sebelum kepergiannya menyoroti perlunya transparansi dan akuntabilitas institusi. Meskipun penyelidikan sedang berlangsung, peristiwa ini mengingatkan bahwa keterlambatan respons dapat memperburuk trauma korban dan menghambat keadilan.

Baca juga : Militer AS di Venezuela: Operasi Penangkapan Nicolás Maduro dan Implikasinya terhadap Hukum Internasional

Di tengah kesedihan, Carolin menyampaikan pesan perpisahan yang penuh makna spiritual. Ia percaya Evia kini berada di tempat damai, bebas dari penderitaan duniawi. “Selamat jalan, anakku. Imanmu kepada Kristus telah membawa rohmu ke Firdaus yang abadi. Haleluya, amin,” doanya, yang menjadi penghiburan bagi banyak pihak yang berduka.

Nama Evia Maria Mangolo kini transcend menjadi lebih dari sekadar catatan mahasiswa berprestasi—ia menjadi simbol panggilan nurani bagi reformasi di dunia pendidikan. Tragedi ini mendesak semua pemangku kepentingan untuk memperkuat satuan tugas pencegahan kekerasan seksual, meningkatkan edukasi etika, dan memastikan bahwa setiap laporan ditangani dengan serius serta cepat. Hanya dengan langkah konkret, kita dapat mencegah jeritan serupa terulang, menjadikan kampus sebagai ruang yang benar-benar aman dan memberdayakan bagi generasi mendatang.

Pewarta : Marco Kawulusan

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Militer AS di Venezuela: Operasi Penangkapan Nicolás Maduro dan Implikasinya terhadap Hukum Internasional
Next: Kemenangan Dramatis Barcelona di Derby Catalunya: Ketangguhan Kolektif dan Efisiensi Akhir Laga

Related Stories

Waspada Modus Penipuan Berulang

Waspada Modus Penipuan Berulang: DJPb Bengkulu Peringatkan Pemda soal Dokumen Fiktif Dana Bagi Hasil

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Jambi Siap Genjot Produksi Padi

Jambi Siap Genjot Produksi Padi: Target Luas Tambah Tanam 538 Hektare di 2026 Dorong Swasembada Pangan Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Jejak Maut PD II di Biak

Jejak Maut PD II di Biak: Mortir dan Amunisi Berbahaya Masih Mengintai

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.