Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Buser Berita TNI/Polri/KPK
  • Pembangunan Infrastruktur Pedesaan melalui Sinergi Militer-Sipil: Penyelesaian TMMD Tahap III 2025 di Desa Boto, Wonogiri

Pembangunan Infrastruktur Pedesaan melalui Sinergi Militer-Sipil: Penyelesaian TMMD Tahap III 2025 di Desa Boto, Wonogiri

TEAM BUSER BERITA Posted on 8 bulan ago 3 min read
Pembangunan Infrastruktur Pedesaan melalui Sinergi Militer-Sipil
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri – Dalam konteks pembangunan nasional yang menekankan inklusivitas dan partisipasi masyarakat, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap III Tahun Anggaran 2025 telah mencapai tahap penyelesaian di Desa Boto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Program ini, yang berlangsung selama 30 hari dan diakhiri pada 21 Agustus 2025, menyoroti model kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan komunitas lokal dalam mengatasi ketimpangan infrastruktur di wilayah pedesaan. Berbeda dari liputan media konvensional yang cenderung menekankan aspek seremonial, analisis ini mengeksplorasi implikasi struktural program terhadap ketahanan sosial-ekonomi masyarakat desa, dengan penekanan pada prinsip gotong royong sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan.

Upacara penutupan yang digelar di Lapangan Desa Boto menjadi simbolisasi keberhasilan kolektif, dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan warga setempat. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0728/Wonogiri, Letkol Inf Edi Ristriyono, menjelaskan bahwa kolaborasi antara anggota Kodim dan penduduk desa menghasilkan pembangunan rabat beton jalan sepanjang 955 meter serta jembatan dengan panjang 5,8 meter dan tinggi 5 meter. Infrastruktur ini tidak hanya menyambungkan antar-dusun yang sebelumnya terisolasi, tetapi juga membuka akses lebih efisien ke objek vital seperti pusat ekonomi dan layanan publik. Penamaan jembatan sebagai “Jembatan Diponegoro” oleh Dandim Edi dan warga mencerminkan upaya memadukan nilai historis nasional dengan kebutuhan kontemporer, mengingatkan pada semangat perjuangan Pangeran Diponegoro dalam konteks modern pembangunan.

Dari perspektif anggaran, proyek ini menyerap dana sebesar Rp884 juta, dengan kontribusi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp169 juta dan APBD Kabupaten Wonogiri Rp675 juta. Pendekatan ini mengilustrasikan desentralisasi fiskal dalam pembangunan, di mana dana daerah dimanfaatkan untuk prioritas lokal, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mendorong otonomi dalam infrastruktur. Berbeda dari narasi media yang sering kali terbatas pada angka-angka, analisis akademis ini menyoroti bagaimana alokasi dana tersebut berkontribusi pada pengurangan disparitas regional, khususnya di Wonogiri yang memiliki topografi berbukit dan tantangan aksesibilitas.

Letkol Edi Ristriyono menekankan bahwa TMMD tidak sekadar proyek fisik, melainkan katalisator untuk memperkuat kohesi sosial. “Kegiatan ini mampu meningkatkan semangat kebersamaan serta gotong royong untuk mengatasi persoalan di daerah, seperti membuka akses jalan dusun maupun desa yang tadinya terisolasi sehingga menjadi terbuka,” ujarnya. Pernyataan ini selaras dengan teori pembangunan partisipatif Amartya Sen, di mana pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif meningkatkan kapabilitas individu dan komunal. Program ini juga menjamin penyelesaian tepat waktu dengan kualitas tinggi, memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa melalui sinergi TNI, instansi pemerintah, dan masyarakat.

Baca juga : Gerakan Solidaritas Komunitas untuk Pelestarian Ekosistem Krueng Woyla: Dampak Pertambangan Emas di Aceh Barat

Sebagai kelanjutan dari tahap sebelumnya di Eromoko dan Jatipurno, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno memandang TMMD sebagai bagian dari strategi komprehensif pemerintah daerah. “Inilah bentuk percepatan pembangunan yang mempersatukan segenap elemen pemerintah dan masyarakat untuk membangun desa secara komprehensif dan menyeluruh, sekaligus untuk terus menjaga rasa persatuan, kesatuan, dan semangat kerukunan dan bergotong royong dalam masyarakat,” katanya. Model ini mendukung visi Kabupaten Wonogiri untuk menjadi masyarakat berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan dalam lima tahun mendatang, dengan penekanan pada sinergi antar-elemen untuk memajukan wilayah.

Dalam konteks lebih luas, TMMD Tahap III 2025 di Desa Boto menunjukkan evolusi program militer-sipil di Indonesia, yang bermula dari era Orde Baru sebagai alat stabilisasi keamanan, kini bertransformasi menjadi instrumen pembangunan inklusif. Berbeda dari liputan media online yang fokus pada aspek event-driven seperti upacara pembukaan dan penutupan, perspektif ini menyoroti potensi jangka panjang: peningkatan mobilitas ekonomi, reduksi kemiskinan pedesaan, dan penguatan resiliensi komunitas terhadap bencana alam. Namun, tantangan seperti keberlanjutan pemeliharaan infrastruktur pasca-program memerlukan monitoring berkelanjutan oleh pemerintah daerah. Secara keseluruhan, inisiatif ini memperkuat narasi bahwa pembangunan desa bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan usaha kolektif yang mengintegrasikan militer sebagai mitra masyarakat.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

TEAM BUSER BERITA

Author

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gerakan Solidaritas Komunitas untuk Pelestarian Ekosistem Krueng Woyla: Dampak Pertambangan Emas di Aceh Barat
Next: Dugaan Penyelewengan Dana CSR BI-OJK terhadap Tata Kelola Politik Lokal di Padangsidimpuan: Kasus Keterlibatan Politisi Senior Sumatera Utara

Related Stories

Kakek Lansia Diduga Cabuli Cucu Sendiri Berulang Kali di Rumah dan Warung Makan
2 min read

Tragedi Keluarga di Pemalang: Kakek Lansia Diduga Cabuli Cucu Sendiri Berulang Kali di Rumah dan Warung Makan

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Polisi Tepus Temukan dan Kembalikan iPhone Wisatawan Malaysia yang Hilang di Pantai Timang
2 min read

Polisi Tepus Temukan dan Kembalikan iPhone Wisatawan Malaysia yang Hilang di Pantai Timang

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Rahasia di Balik Ruko Tambal Ban
3 min read

Rahasia di Balik Ruko Tambal Ban: Jaringan Obat Terlarang yang Mengancam Generasi Muda Pekalongan Terbongkar

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.