Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Gerakan Solidaritas Komunitas untuk Pelestarian Ekosistem Krueng Woyla: Dampak Pertambangan Emas di Aceh Barat

Gerakan Solidaritas Komunitas untuk Pelestarian Ekosistem Krueng Woyla: Dampak Pertambangan Emas di Aceh Barat

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 min read
Dampak Pertambangan Emas di Aceh Barat
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Aceh Barat, 22 Agustus 2025 – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap degradasi lingkungan di wilayah Aceh Barat, Komunitas Peduli Krueng Woyla (KUPUEWO) telah menyatakan komitmennya untuk bergabung dalam inisiatif kolektif yang dipimpin oleh Yayasan Wahana Generasi Aceh (WANGSA) dan berbagai organisasi masyarakat sipil lainnya. Gerakan ini difokuskan pada upaya penyelamatan ekosistem Sungai Woyla, yang semakin terancam oleh operasi pertambangan emas yang dilakukan oleh PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) serta aktivitas tambang ilegal di sepanjang aliran sungai tersebut. Pendekatan ini tidak hanya menekankan advokasi hukum, tetapi juga integrasi perspektif ekologis dan sosial-ekonomi untuk memastikan keberlanjutan sumber daya alam yang vital bagi masyarakat lokal.

Krueng Woyla, sebagai salah satu sungai strategis nasional di bawah pengawasan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh, memainkan peran krusial sebagai penghubung antar-kabupaten dan memiliki nilai historis yang mendalam bagi masyarakat Aceh. Sungai ini bukan hanya sumber air irigasi dan kehidupan sehari-hari bagi komunitas di sepanjang alirannya, tetapi juga ekosistem yang mendukung biodiversitas lokal, termasuk habitat ikan dan vegetasi riparian yang rentan terhadap polusi. Namun, aktivitas pertambangan emas, khususnya penggunaan kapal penggeruk yang semakin bertambah jumlahnya, telah menyebabkan kerusakan ekologis yang nyata, seperti sedimentasi berat, penurunan kualitas air, dan gangguan terhadap rantai makanan akuatik. Penelitian lingkungan independen menunjukkan bahwa metode penambangan semacam ini dapat memicu erosi sungai dan kontaminasi merkuri, yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat jangka panjang.

Ketua KUPUEWO, Irsadi Aristora, S.Hut., M.H., seorang ahli kehutanan dan hukum lingkungan, menyoroti ketidakadilan dalam penegakan aturan oleh pemerintah dan aparat hukum. “Pemerintah tidak boleh membiarkan kerusakan ini berlanjut, karena Krueng Woyla adalah urat nadi kehidupan bagi masyarakat di kawasan sibak sungai ini,” katanya dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa sungai ini harus dilindungi secara ketat, mengingat statusnya sebagai aset strategis yang menghubungkan kepentingan regional dan memiliki warisan budaya Aceh yang tak tergantikan. Aristora juga menekankan perlunya sikap tegas tanpa pandang bulu dari penegak hukum untuk mencegah eksploitasi lebih lanjut.

Dalam konteks hukum, PT MGK pernah menerima surat peringatan terakhir dari Pemerintah Aceh pada 31 Januari 2023, yang menuntut penghentian operasi karena dugaan pelanggaran izin eksplorasi. Meskipun demikian, hingga pertengahan 2025, tidak ada tindak lanjut konkret, termasuk setelah pemeriksaan lapangan oleh Polda Aceh pada 25 Juni 2025. WANGSA, di bawah kepemimpinan Jhony Howord, telah memimpin aksi protes yang melibatkan elemen mahasiswa dari Universitas Teuku Umar (UTU), menuntut transparansi dan penegakan hukum yang adil. Organisasi ini bahkan menyebut PT MGK sebagai entitas yang layak dikategorikan sebagai tambang ilegal karena ketidakpatuhan terhadap regulasi lingkungan. Baru-baru ini, masuknya 11 kontainer yang diduga untuk perakitan kapal penggeruk tambahan telah memperburuk situasi, dengan tiga unit kapal sudah aktif beroperasi, meskipun tanpa respons signifikan dari otoritas.

Baca juga : Tuntutan Pengunduran Diri Kepala Desa Ujung Batu IV di Kabupaten Padang Lawas atas Dugaan Keterlibatan dalam Video Tidak Senonoh

Gerakan ini mencerminkan dinamika konflik sumber daya alam di wilayah pasca-konflik seperti Aceh, di mana ketergantungan ekonomi pada pertambangan sering bertabrakan dengan prinsip keberlanjutan. Analisis dampak sosial-ekonomi menunjukkan bahwa degradasi sungai dapat mengurangi produktivitas pertanian dan perikanan lokal, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Selain itu, keterlibatan komunitas seperti KUPUEWO dan WANGSA menandai pergeseran menuju partisipasi sipil yang lebih inklusif, di mana pengetahuan lokal digabungkan dengan advokasi berbasis bukti untuk menekan pemerintah.

KUPUEWO menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan sumber daya manusia, jaringan, dan keahlian dengan WANGSA serta lembaga lain dalam aksi bersama. “Kami akan berdiri teguh bersama rakyat untuk menolak segala bentuk eksploitasi yang melanggar hukum dan mengancam keberlanjutan Krueng Woyla,” tegas Aristora. Gerakan ini tidak hanya menargetkan PT MGK, tetapi juga tambang ilegal lainnya yang berkontribusi pada kerusakan serupa.

Dengan eskalasi ini, diharapkan pemerintah pusat dan daerah segera mengintervensi melalui pendekatan holistik, termasuk restorasi ekosistem dan dialog multipartai. Keberhasilan gerakan semacam ini akan menjadi preseden penting bagi pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, di mana keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian menjadi semakin mendesak.

Pewarta : JS

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tuntutan Pengunduran Diri Kepala Desa Ujung Batu IV di Kabupaten Padang Lawas atas Dugaan Keterlibatan dalam Video Tidak Senonoh
Next: Pembangunan Infrastruktur Pedesaan melalui Sinergi Militer-Sipil: Penyelesaian TMMD Tahap III 2025 di Desa Boto, Wonogiri

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.