Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Dugaan Penyelewengan Dana CSR BI-OJK terhadap Tata Kelola Politik Lokal di Padangsidimpuan: Kasus Keterlibatan Politisi Senior Sumatera Utara

Dugaan Penyelewengan Dana CSR BI-OJK terhadap Tata Kelola Politik Lokal di Padangsidimpuan: Kasus Keterlibatan Politisi Senior Sumatera Utara

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 4 min read
Dugaan Penyelewengan Dana CSR BI-OJK terhadap Tata Kelola Politik Lokal di Padangsidimpuan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Padangsidimpuan, 22 Agustus 2025 – Di tengah dinamika politik nasional yang semakin kompleks, kasus dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjadi sorotan utama. Kasus ini tidak hanya menyingkap potensi korupsi sistemik di level legislatif pusat, tetapi juga memiliki implikasi mendalam terhadap tata kelola politik lokal, khususnya di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Sebagai daerah asal seorang politisi senior, Gus Irawan Pasaribu, yang namanya disebut-sebut dalam penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kasus ini menimbulkan pertanyaan etis tentang bagaimana praktik korupsi berjamaah dapat merembet ke level daerah, memengaruhi kepercayaan publik dan pembangunan sosial-ekonomi.

Dari perspektif akademis, kasus ini dapat dianalisis melalui lensa teori korupsi institusional, seperti yang dikemukakan oleh Robert Klitgaard dalam formula “Korupsi = Monopoli + Diskresi – Akuntabilitas”. Di sini, monopoli anggota Komisi XI DPR RI atas persetujuan anggaran BI dan OJK, dikombinasikan dengan diskresi tinggi dalam alokasi dana CSR melalui panitia kerja (Panja) dan rapat tertutup, menciptakan celah akuntabilitas yang lemah. Temuan KPK mengindikasikan aliran dana hingga Rp25 miliar per anggota dalam satu periode, yang disalurkan melalui yayasan-yayasan terkait, bukan langsung ke program sosial masyarakat. Pola ini tidak hanya menyimpang dari prinsip transparansi, tetapi juga berpotensi mengubah dana CSR—yang seharusnya bersifat filantropis—menjadi instrumen politik pribadi.

Fokus pada Padangsidimpuan, kota yang menjadi basis politik Gus Irawan Pasaribu, mengungkap dimensi lokal yang sering terabaikan dalam liputan media mainstream. Gus Irawan, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra periode 2019-2024 dan saat ini menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan, memiliki akar kuat di wilayah ini. Lahir dan besar di Sumatera Utara, ia dikenal sebagai figur berpengaruh yang pernah menjabat di Komisi XI DPR RI, yang membidangi sektor keuangan. Namun, sorotan KPK terhadapnya berasal dari dugaan keterlibatan dalam aliran dana CSR melalui yayasan yang ia kelola atau terkait dengannya. Salah satu yayasan yang disebut adalah Yayasan H. Hasan Pinayungan Pasaribu (YHHPP), berlokasi di Kelurahan Bincar, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Yayasan ini, yang didirikan oleh keluarga Pasaribu, secara historis terlibat dalam kegiatan sosial seperti halal bihalal dan dukungan masyarakat, tetapi kini menjadi objek penelusuran atas potensi penyalahgunaan dana untuk kepentingan non-sosial.

Dari hasil observasi lapangan dan wawancara dengan warga setempat, seperti yang dilakukan oleh tim riset ini di Kampung Marancar, terungkap bahwa yayasan tersebut memang dikenal sebagai entitas yang dekat dengan Gus Irawan. Seorang warga anonim di Kelurahan Bincar menyatakan, “Yayasan ini sering membantu kegiatan sosial, tapi kalau dana dari pusat disalahgunakan, itu merugikan kami yang butuh bantuan nyata.” Pernyataan ini mencerminkan paradoks: di satu sisi, yayasan berperan sebagai jembatan antara elite politik dan masyarakat; di sisi lain, ia berpotensi menjadi saluran dana gelap yang mengikis kepercayaan publik terhadap institusi lokal.

Baca juga : Pembangunan Infrastruktur Pedesaan melalui Sinergi Militer-Sipil: Penyelesaian TMMD Tahap III 2025 di Desa Boto, Wonogiri

Lebih lanjut menunjukkan implikasi ekonomi-politik di Padangsidimpuan. Kota ini, dengan populasi sekitar 200.000 jiwa dan bergantung pada sektor pertanian serta perdagangan, rentan terhadap praktik politik uang. Dugaan penyelewengan dana CSR—yang seharusnya mendukung penyuluhan keuangan dan program sosial—dapat memperburuk ketimpangan sosial. Menurut data LHKPN KPK, kekayaan Gus Irawan mencapai hampir Rp50 miliar, termasuk aset tanah, kendaraan mewah, dan bisnis seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pertanyaan akademis muncul: apakah aset-aset ini terkait dengan aliran dana dari Komisi VII (sektor energi) atau Komisi XI? Ini menggarisbawahi risiko konflik kepentingan, di mana politisi lokal menggunakan posisi nasional untuk memperkaya diri, sementara daerah asal tetap tertinggal dalam indeks pembangunan manusia (IPM) Sumatera Utara yang berada di bawah rata-rata nasional.

Dalam konteks teori governance, kasus ini mengilustrasikan “korupsi berjamaah” seperti yang diungkapkan oleh Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, di mana hampir semua anggota Komisi XI diduga menerima dana serupa. Pengakuan tersangka Satori (Nasdem) dan Heri Gunawan (Gerindra) memperkuat dugaan ini, dengan BI memberikan kuota 10 kegiatan sosial per tahun dan OJK hingga 24. Bagi Padangsidimpuan, hal ini berimplikasi pada integritas pemimpin lokal. Sebagai daerah yang sering disebut rawan politik uang, kasus ini dapat memicu erosi kepercayaan terhadap elite seperti Gus Irawan, yang baru-baru ini menyatakan siap maju di Pilkada Tapanuli Selatan.

Pemerhati kebijakan publik lokal, seperti Bang Regar dari Tabagsel, menekankan perlunya KPK bertindak tanpa pandang bulu: “Ini bukan hanya soal dana sosial, tapi integritas legislatif yang memengaruhi daerah seperti Padangsidimpuan. Praktik ini bisa menghambat alokasi anggaran daerah yang akuntabel.” Dari sudut akademis, rekomendasi mencakup reformasi pengawasan CSR melalui audit independen dan penguatan peran masyarakat sipil dalam monitoring yayasan politik.

Kasus ini menjadi ujian bagi KPK untuk menuntaskan penyelidikan secara holistik, termasuk potensi keterlibatan lebih luas. Bagi Padangsidimpuan, jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan masa depan tata kelola yang lebih bersih, di mana dana sosial benar-benar menyentuh akar rumput, bukan elite politik. Publik lokal menunggu langkah tegas yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memulihkan keadilan sosial-ekonomi di tengah tantangan korupsi endemik.

Pewarta : Indra Saputra

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pembangunan Infrastruktur Pedesaan melalui Sinergi Militer-Sipil: Penyelesaian TMMD Tahap III 2025 di Desa Boto, Wonogiri
Next: Serangan Rusia ke Ukraina Barat Rusak Pabrik Elektronik AS, Perumit Upaya Perdamaian

Related Stories

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional
2 min read

Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Pesan Damai Pramono Anung
3 min read

Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
2 min read

Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.