Skip to content
21/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Opini : Badai Ekonomi Mengintai Padangsidimpuan, Efisiensi Anggaran Pusat Picu Krisis Lokal, Mitigasi Pemko Masih Kabur

Opini : Badai Ekonomi Mengintai Padangsidimpuan, Efisiensi Anggaran Pusat Picu Krisis Lokal, Mitigasi Pemko Masih Kabur

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 4 min read
Badai Ekonomi Mengintai Padangsidimpuan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Padangsidimpuan 19 Oktober 2025 – Di tengah hiruk-pikuk persiapan akhir tahun, Kota Padangsidimpuan di Sumatera Utara berada di ujung tanduk. Kebijakan efisiensi anggaran nasional yang diterapkan sejak awal 2025, melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, kini berbalik menjadi mimpi buruk bagi daerah minim Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti kota ini. Total pemangkasan transfer ke daerah mencapai Rp50,6 triliun secara nasional, dan Padangsidimpuan menanggung beban berat: defisit APBD 2025 yang sudah mencapai Rp50 miliar kini bertambah Rp50 miliar lagi akibat efisiensi, menggerus lebih dari Rp100 miliar dari total APBD Rp860 miliar.

Situasi ini bukan sekadar angka di kertas. Tanpa efisiensi, kota yang bergantung pada sektor perdagangan kecil dan pertanian subsisten ini sudah merana. Belanja pegawai menyedot 63% APBD, meninggalkan ruang sempit untuk pembangunan infrastruktur dan program sosial. “Ini seperti memotong nadi ekonomi kota,” kata Dr. Siti Nurhaliza, ekonom dari Universitas Sumatera Utara yang meneliti dampak fiskal daerah. Menurutnya, pemangkasan ini memperburuk ketergantungan pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), yang turut terdampak, sehingga arah pembangunan tersendat dan daya beli masyarakat merosot tajam.

Bayangkan pasar tradisional di pusat kota, di mana pedagang seperti Ibu Sari, penjual rempah-rempah berusia 52 tahun, sudah kesulitan bertahan. “Dulu, pegawai kota belanja rutin di sini. Sekarang, gaji telat dan proyek mangkrak, pembeli sepi. Anak saya sampai harus bantu jualan sambil kuliah,” ceritanya saat ditemui di Pasar Raya Padangsidimpuan. Data internal Pemko menunjukkan inflasi lokal naik 4,2% sejak Juni, didorong penurunan konsumsi rumah tangga sebesar 15% di kalangan kelas menengah bawah. Kelompok ini, yang paling rentan, kini menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor jasa dan bangkrutnya usaha kecil.

Dampak Berantai: UMKM Terpukul, Lapangan Kerja Menguap

Efisiensi anggaran pusat tak hanya memotong transfer, tapi juga memicu efek domino di tingkat lokal. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menyumbang 70% lapangan kerja di Padangsidimpuan, menjadi korban utama. Riset terbaru dari Pusat Studi Ekonomi Regional (PSER) Universitas Negeri Padang mengungkap bahwa 40% UMKM di Sumatera Utara mengalami penurunan omzet hingga 30% akibat berkurangnya proyek infrastruktur pemerintah. Di Padangsidimpuan, ini berarti ribuan pedagang kaki lima dan bengkel kecil kehilangan kontrak rutin dari Pemko, seperti pemeliharaan jalan atau pengadaan seremonial.

“Lebih parah lagi, belanja pegawai yang mendominasi APBD membuat anggaran untuk stimulus UMKM nyaris nol,” tambah Nurhaliza. Prediksi PSER untuk 2026 lebih suram: jika efisiensi berlanjut dengan pemangkasan ratusan miliar nasional, roda perekonomian kota ini bisa mandek total. Pembangunan jalan penghubung ke perkebunan kelapa sawit terhenti, infrastruktur air bersih mangkrak, dan lapangan pekerjaan baru hampir nihil. Ekonomi melemah, berujung pada peningkatan utang rumah tangga dan risiko sosial seperti kemiskinan struktural.

Fenomena ini bukan istimewa Padangsidimpuan. Di daerah serupa seperti Asahan atau Pontianak, defisit APBD 2025 mencapai Rp141 miliar dan Rp24 miliar, dengan pola serupa: PAD minim di bawah Rp100 miliar, sementara belanja pegawai melebihi 50%. Namun, di kota kecil ini, minimnya diversifikasi ekonomi—bergantung pada remitansi pekerja migran dan perdagangan lintas batas—membuat guncangan terasa lebih dalam. “Ini bukan efisiensi, tapi pemangkasan yang buta terhadap realitas lokal,” tegas Ahmad Rivai, aktivis ekonomi masyarakat yang memimpin forum dialog warga akhir pekan lalu.

Baca juga : Sengketa Lahan di Silaut: Antara Hak Adat dan Sertifikat Kontroversial, Warga Siap Gugat Hukum

Grand Design Mitigasi: Rencana Pemko Belum Jelas, Harapan di R-APBD 2026

Di tengah kekhawatiran ini, pertanyaan mendasar bergaung: Apa grand design dan mitigasi yang dirancang Pemko Padangsidimpuan untuk melindungi sosial dan menjaga daya beli? Saat ini, belum ada dokumen resmi yang dirilis. Namun, sumber dekat Wali Kota mengindikasikan rencana awal: alokasi 20% dari sisa APBD 2025 untuk subsidi langsung UMKM via voucher belanja lokal, dan kolaborasi dengan koperasi desa untuk pinjaman lunak bagi pekerja informal. “Kami prioritaskan program padat karya seperti rehabilitasi drainase, yang bisa serap 500 tenaga kerja sementara,” kata seorang pejabat Dinas Ekonomi Kreatif, yang meminta anonim.

Tak berapa lama lagi, Pemko dan DPRD akan membahas Rancangan APBD (R-APBD) 2026, yang menjadi ujian sesungguhnya. Di sinilah perhitungan pendapatan—DAU, DAK, PAD, dan transfer lain—serta belanja harus antisipatif. Harapannya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota tunjukkan tanggung jawab bersama: hitung ulang dengan skenario ekonomi melemah dan inflasi yang diprediksi naik 3,5% nasional. “Fokuskan pada diversifikasi PAD melalui wisata halal dan agroindustri, bukan hanya bergantung transfer pusat,” saran Nurhaliza.

Untuk Ketua DPRD dan anggota, pesan tegas: Singkirkan ego politik anggaran yang tak berujung pada kesejahteraan. “Ini saatnya melepas kepentingan pribadi. Badai ekonomi sudah di depan mata, dengan PAD kita yang minim,” tulis Rivai dalam petisi warga yang dikumpulkan pekan ini, ditandatangani 2.000 orang.

Padangsidimpuan tak boleh lumpuh. Dengan sinergi Pemko, DPRD, dan masyarakat, kota ini bisa bangkit dari guncangan efisiensi. Bukan dengan pemangkasan semata, tapi strategi cerdas yang lindungi yang lemah: kelas menengah bawah dan UMKM. Jika tidak, 2026 bukan hanya tahun defisit, tapi tahun kelaparan harapan.

Artikel Ini Ditulis Oleh: Amir Hamzah Harahap, S.Sos, Pendiri Padangsidimpuan Institute (PIN).

Pewarta : Indra Saputra

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Sengketa Lahan di Silaut: Antara Hak Adat dan Sertifikat Kontroversial, Warga Siap Gugat Hukum
Next: Temuan Bersejarah: Prasasti Puhpelem Ungkap Jejak Kerajaan Kediri di Wonogiri

Related Stories

Madina Raih Penghargaan PKK Sumut Bupati Saipullah
3 min read

Madina Raih Penghargaan PKK Sumut, Bupati Saipullah: Jadilah Kartini Masa Kini untuk Bangun Desa

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 menit ago 0
Kecelakaan Beruntun di Pantura Pemalang
2 min read

Kecelakaan Beruntun di Pantura Pemalang: Truk Trailer Pengangkut Pakan Ayam Tabrak Truk Colt Diesel Saat Hendak Masuk SPBU

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
Bhabinkamtibmas Padangsidimpuan Selesaikan Dugaan Pencurian Kayu Lewat Mediasi Kekeluargaan
2 min read

Damai di Tengah Hutan: Bhabinkamtibmas Padangsidimpuan Selesaikan Dugaan Pencurian Kayu Lewat Mediasi Kekeluargaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kartini di Era Digital: Kemkomdigi Dorong Perempuan Indonesia Kuasai Teknologi untuk Ruang Aman dan Ekonomi Tangguh
  • Danrem 072/Pamungkas Sambut Silaturahmi Cluster GM KHAS Malioboro dan Tugu Hotel Yogyakarta
  • Madina Raih Penghargaan PKK Sumut, Bupati Saipullah: Jadilah Kartini Masa Kini untuk Bangun Desa
  • Respons Sigap Polres Mitra Redam Konflik Antar Kelompok di Belang: Masyarakat Akui Keamanan Kembali Terjaga
  • Prajurit Kodim 0730/Gunungkidul Dibekali “Hukum sebagai Panglima” di Tengah Era Digital
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.