Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Misteri Lumpang Batu Kampung Nglumpang, Wonogiri: Legenda, Sakralitas, dan Kontestasi Ruang

Misteri Lumpang Batu Kampung Nglumpang, Wonogiri: Legenda, Sakralitas, dan Kontestasi Ruang

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 min read
Misteri Lumpang Batu Kampung Nglumpang Wonogiri
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri, Jawa Tengah 7 Juli 2025 — Di Dusun Jaten, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, berdiri tiga lumpang batu yang memuat kisah mistis sekaligus menjadi identitas kultural warga. Fenomena ini memunculkan narasi lokal yang menautkan sejarah, mitos, dan potensi konflik sosial terkait perebutan nilai sakral maupun ekonomi dari lumpang tersebut.

Berdasarkan penuturan salah seorang warga, Dipan Kromowiyono, ketiga lumpang tersebut diyakini berasal dari seorang pertapa sakti bernama Sapu Arap Sapu Angin. Tokoh ini diceritakan hidup bersama dua putrinya, Marnis dan Marning. Ketiganya dikisahkan menghilang secara misterius tanpa jejak, yang kemudian dipercaya oleh masyarakat sebagai moksa — suatu bentuk lenyapnya raga dan jiwa secara gaib dalam kepercayaan tradisional Jawa.

“Dulu beberapa warga sering melihat tiga orang itu duduk di tiga lumpang yang ditinggalkan,” tutur Dipan kepada RI News.

Keyakinan warga tidak berhenti di sana. Beredar cerita bahwa di bawah ketiga lumpang tersebut tertimbun harta karun berupa emas. Namun, warga enggan mengambilnya karena diyakini akan mendatangkan musibah atau malapetaka.

Kontroversi terjadi pada tahun 2015 ketika sekelompok empat orang, termasuk warga luar daerah, mencoba menggali tanah di bawah salah satu lumpang untuk mengambil harta karun tersebut secara diam-diam. Penggalian ilegal ini dilakukan tanpa izin warga maupun pemerintah desa. Aksi tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian menggagalkan upaya tersebut, menangkap para pelaku, dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.

Setelah itu, warga meminta pelaku mengembalikan tanah yang digali dan menempatkan lumpang ke posisi semula, menegaskan bahwa lumpang batu itu adalah bagian dari warisan budaya desa yang tidak boleh diusik.

Kepala Desa Tanggulangin, Marsih, mengonfirmasi cerita misterius mengenai satu lumpang yang berada di tengah jalan. Lumpang tersebut disebut telah dicoba dipindahkan beberapa kali saat proses pembangunan aspal jalan. Anehnya, menurut warga, batu berlekuk itu kembali ke posisi semula secara misterius, hingga akhirnya dibiarkan tetap berada di tengah jalan meski menimbulkan kerusakan atau lubang di badan jalan.

“Warga bilang, lumpang itu memang enggak mau dipindahkan dari tempatnya,” ujar Dipan, diamini beberapa warga lain.

Keberadaan lumpang-lumpang batu tersebut kemudian melekat pada nama lokal “Kampung Nglumpang” sebagai penanda identitas budaya. Pantauan RI News Portal menemukan tiga lumpang di sekitar pinggir dan tengah jalan, dengan satu lumpang lain berada di halaman rumah warga yang nyaris tertutup tanah. Sebagai bentuk penghormatan, warga membangun semacam gubug sederhana untuk menaungi salah satu lumpang agar tetap terjaga dari kerusakan.

Baca juga : Pagelaran Wayang Kulit Warnai Tasyakuran Memetri Bumi di Klirong: Harmoni Budaya, Pemberdayaan Desa, dan Spirit Kebangsaan

Dalam perspektif akademis, fenomena lumpang batu Dusun Jaten mencerminkan nilai-nilai living heritage (warisan budaya hidup) yang bercampur dengan sistem kepercayaan masyarakat setempat. Kisah mistis tentang tokoh Sapu Arap Sapu Angin, keyakinan akan moksa, hingga narasi harta karun berwujud emas adalah contoh folklore yang masih berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial agar situs budaya tidak dieksploitasi secara berlebihan.

Selain itu, sengketa terkait upaya penjarahan lumpang juga menunjukkan adanya kontestasi ruang dan nilai ekonomi yang kerap membayang-bayangi situs-situs budaya di pedesaan. Potensi konflik ini dapat dikaji lebih lanjut dengan pendekatan hukum perlindungan cagar budaya serta pelibatan partisipasi masyarakat dalam menjaga situs-situs lokal bersejarah.

Secara keseluruhan, lumpang batu di Kampung Nglumpang tidak sekadar artefak kuno, tetapi juga penanda identitas kolektif, ruang sakral, dan simbol kontinuitas tradisi desa yang layak mendapatkan perlindungan dan penelitian lanjutan.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pagelaran Wayang Kulit Warnai Tasyakuran Memetri Bumi di Klirong: Harmoni Budaya, Pemberdayaan Desa, dan Spirit Kebangsaan
Next: Pelestarian Adat dan Budaya Dayak Melalui Gawai Nosu Minu Podi XXI di Sanggau

Related Stories

Meneguhkan Keris sebagai Simbol Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Modernisasi
2 min read

Kirab Pusaka di Borobudur: Meneguhkan Keris sebagai Simbol Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Modernisasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Komitmen Nyata Polres Melawi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
2 min read

Polisi di Ladang Jagung: Komitmen Nyata Polres Melawi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Fadli Zon Tekankan Gotong Royong Jadi Kekuatan Diplomasi Indonesia
3 min read

Budaya sebagai Benteng di Tengah Badai Global: Fadli Zon Tekankan Gotong Royong Jadi Kekuatan Diplomasi Indonesia

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 minggu ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.