Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Budaya
  • Misteri Lumpang Batu Kampung Nglumpang, Wonogiri: Legenda, Sakralitas, dan Kontestasi Ruang

Misteri Lumpang Batu Kampung Nglumpang, Wonogiri: Legenda, Sakralitas, dan Kontestasi Ruang

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 3 minutes read
Misteri Lumpang Batu Kampung Nglumpang Wonogiri
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri, Jawa Tengah 7 Juli 2025 — Di Dusun Jaten, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, berdiri tiga lumpang batu yang memuat kisah mistis sekaligus menjadi identitas kultural warga. Fenomena ini memunculkan narasi lokal yang menautkan sejarah, mitos, dan potensi konflik sosial terkait perebutan nilai sakral maupun ekonomi dari lumpang tersebut.

Berdasarkan penuturan salah seorang warga, Dipan Kromowiyono, ketiga lumpang tersebut diyakini berasal dari seorang pertapa sakti bernama Sapu Arap Sapu Angin. Tokoh ini diceritakan hidup bersama dua putrinya, Marnis dan Marning. Ketiganya dikisahkan menghilang secara misterius tanpa jejak, yang kemudian dipercaya oleh masyarakat sebagai moksa — suatu bentuk lenyapnya raga dan jiwa secara gaib dalam kepercayaan tradisional Jawa.

“Dulu beberapa warga sering melihat tiga orang itu duduk di tiga lumpang yang ditinggalkan,” tutur Dipan kepada RI News.

Keyakinan warga tidak berhenti di sana. Beredar cerita bahwa di bawah ketiga lumpang tersebut tertimbun harta karun berupa emas. Namun, warga enggan mengambilnya karena diyakini akan mendatangkan musibah atau malapetaka.

Kontroversi terjadi pada tahun 2015 ketika sekelompok empat orang, termasuk warga luar daerah, mencoba menggali tanah di bawah salah satu lumpang untuk mengambil harta karun tersebut secara diam-diam. Penggalian ilegal ini dilakukan tanpa izin warga maupun pemerintah desa. Aksi tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian menggagalkan upaya tersebut, menangkap para pelaku, dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.

Setelah itu, warga meminta pelaku mengembalikan tanah yang digali dan menempatkan lumpang ke posisi semula, menegaskan bahwa lumpang batu itu adalah bagian dari warisan budaya desa yang tidak boleh diusik.

Kepala Desa Tanggulangin, Marsih, mengonfirmasi cerita misterius mengenai satu lumpang yang berada di tengah jalan. Lumpang tersebut disebut telah dicoba dipindahkan beberapa kali saat proses pembangunan aspal jalan. Anehnya, menurut warga, batu berlekuk itu kembali ke posisi semula secara misterius, hingga akhirnya dibiarkan tetap berada di tengah jalan meski menimbulkan kerusakan atau lubang di badan jalan.

“Warga bilang, lumpang itu memang enggak mau dipindahkan dari tempatnya,” ujar Dipan, diamini beberapa warga lain.

Keberadaan lumpang-lumpang batu tersebut kemudian melekat pada nama lokal “Kampung Nglumpang” sebagai penanda identitas budaya. Pantauan RI News Portal menemukan tiga lumpang di sekitar pinggir dan tengah jalan, dengan satu lumpang lain berada di halaman rumah warga yang nyaris tertutup tanah. Sebagai bentuk penghormatan, warga membangun semacam gubug sederhana untuk menaungi salah satu lumpang agar tetap terjaga dari kerusakan.

Baca juga : Pagelaran Wayang Kulit Warnai Tasyakuran Memetri Bumi di Klirong: Harmoni Budaya, Pemberdayaan Desa, dan Spirit Kebangsaan

Dalam perspektif akademis, fenomena lumpang batu Dusun Jaten mencerminkan nilai-nilai living heritage (warisan budaya hidup) yang bercampur dengan sistem kepercayaan masyarakat setempat. Kisah mistis tentang tokoh Sapu Arap Sapu Angin, keyakinan akan moksa, hingga narasi harta karun berwujud emas adalah contoh folklore yang masih berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial agar situs budaya tidak dieksploitasi secara berlebihan.

Selain itu, sengketa terkait upaya penjarahan lumpang juga menunjukkan adanya kontestasi ruang dan nilai ekonomi yang kerap membayang-bayangi situs-situs budaya di pedesaan. Potensi konflik ini dapat dikaji lebih lanjut dengan pendekatan hukum perlindungan cagar budaya serta pelibatan partisipasi masyarakat dalam menjaga situs-situs lokal bersejarah.

Secara keseluruhan, lumpang batu di Kampung Nglumpang tidak sekadar artefak kuno, tetapi juga penanda identitas kolektif, ruang sakral, dan simbol kontinuitas tradisi desa yang layak mendapatkan perlindungan dan penelitian lanjutan.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pagelaran Wayang Kulit Warnai Tasyakuran Memetri Bumi di Klirong: Harmoni Budaya, Pemberdayaan Desa, dan Spirit Kebangsaan
Next: Pelestarian Adat dan Budaya Dayak Melalui Gawai Nosu Minu Podi XXI di Sanggau

Related Stories

Jalanan Wates Kembali Menyala Warna

Jalanan Wates Kembali Menyala Warna: Karnaval Budaya IGTKI Jadi Panggung Anak TK Rayakan HUT RI ke-81

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Banteng Wareng Menari di Panggung Tradisi

Banteng Wareng Menari di Panggung Tradisi: Bedhol Pusaka Kampak Jaga Akar Budaya di Hari Jadi ke-832 Trenggalek

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Festival Budaya dan Musik Etnik Mojopuro

Festival Budaya dan Musik Etnik Mojopuro: Strategi Desa Menghidupkan Tradisi sekaligus Menggerakkan Ekonomi Lokal di HUT ke-81 RI

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by