Skip to content
28/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon Perkuat Teori ‘Out of Nusantara’ dengan Bukti Arkeologis, Ditentang Arkeolog Senior

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Perkuat Teori ‘Out of Nusantara’ dengan Bukti Arkeologis, Ditentang Arkeolog Senior

Jurnalis RI News Portal Posted on 9 bulan ago 3 minutes read
Ditentang Arkeolog Senior
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 6 November 2025 – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa teori ‘Out of Nusantara’ sebagai asal mula persebaran manusia modern memiliki fondasi ilmiah yang kokoh, didasarkan pada hipotesis migrasi multiregional. Pernyataan ini disampaikannya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (5/11/2025), sebagai respons terhadap perdebatan akademis yang semakin memanas mengenai evolusi manusia.

Menurut Fadli Zon, teori konvensional ‘Out of Africa’ yang mendominasi narasi global kini mendapat tantangan serius dari model migrasi multiregional. “Teori ini sudah di-challenge dengan hipotesa multiregional migration. Jadi tidak selalu dari Asia ke Afrika, Eropa, dan sebaliknya,” katanya kepada wartawan. Ia menekankan bahwa bukti arkeologis di wilayah Nusantara menjadi pilar utama, meskipun masih terdapat temuan yang belum dieksplorasi secara komprehensif.

Salah satu bukti kunci yang dikemukakan adalah lukisan gua berusia 51.200 tahun di Maros, Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai ekspresi seni tertua oleh Homo sapiens. Fadli juga menyoroti sekitar 2.500 lukisan purba di Gua Sangkulirang, Kalimantan Timur. “Selain lukisan, ada penemuan Gua Harimau yang berumur 22 ribu tahun, serta Gua Lida Ajer yang diperkirakan mencapai 60 ribu tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, gambar perahu yang dominan di gua-gua tersebut mengindikasikan kemampuan navigasi laut nenek moyang Nusantara. “Nah itu eranya Homo sapiens atau eranya Homo erectus kita tidak tahu. Tapi temuannya paling banyak 60 persen ada di sini,” tambah Fadli. Ia menyatakan bahwa temuan ini mendukung hipotesis bahwa Nusantara berperan sebagai pusat dispersi manusia, bukan sekadar penerima migrasi.

Fadli Zon menghimbau komunitas ilmiah dan masyarakat untuk tidak terpaku pada teori ‘Out of Africa’ semata. “Teori ‘Out of Nusantara’ ini sudah banyak yang melirik, kok,” ujarnya, seraya menekankan potensi revisi paradigma evolusi manusia berdasarkan data lokal.

Namun, klaim tersebut langsung menuai bantahan dari kalangan arkeolog. Profesor Harry Truman Simanjuntak, peneliti senior di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, menyatakan bahwa manusia di Nusantara sepenuhnya berasal dari migrasi eksternal. “Manusia Nusantara ini datang dari luar semua. Tidak ada yang tumbuh di Nusantara karena evolusi datang dari Afrika sana,” tegasnya.

Baca juga : Pengamanan Ketat Polres Jakarta Pusat: 1.464 Personel Gabungan Kawal Aksi Buruh di Depan DPR/MPR

Harry Truman menilai tidak ada bukti empiris yang mendukung ‘Out of Nusantara’. Ia membandingkan fosil Homo erectus di Indonesia, seperti di Trinil, Ngandong, Sangiran, dan Bumiayu, yang usianya lebih muda dibandingkan temuan di Afrika. “Homo erectus itu tidak menurunkan Homo sapiens seperti kita,” katanya, menegaskan bahwa spesies tersebut bukan leluhur langsung Homo sapiens Indonesia.

Perdebatan ini mencerminkan dinamika ilmiah yang sedang berkembang, di mana data arkeogenetik dan paleontologi terus dievaluasi ulang. Para ahli sepakat bahwa studi lanjutan, termasuk analisis DNA purba dari situs-situs Nusantara, diperlukan untuk menyelesaikan kontroversi ini. Sementara itu, teori alternatif seperti ‘Out of Nusantara’ mendorong pendekatan multiregional yang lebih inklusif terhadap narasi evolusi manusia global.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pengamanan Ketat Polres Jakarta Pusat: 1.464 Personel Gabungan Kawal Aksi Buruh di Depan DPR/MPR
Next: Operasi Stone Crusher Tanpa Izin di Wonogiri: Ancaman Hukum dan Dampak Lingkungan yang Menggantung

Related Stories

Perkuat Perlindungan Warisan Adat

ATR/BPN Perkuat Perlindungan Warisan Adat: 10 Tanah Ulayat di Sumba Timur Segera Terdaftar

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
Impian Anak Jakarta Menjadi Nyata

Impian Anak Jakarta Menjadi Nyata: Jelajah Istana Kepresidenan di Hari Anak Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
Kritik Selamatkan Demokrasi, Fitnah Hancurkan Persatuan Bangsa

Prabowo: Kritik Selamatkan Demokrasi, Fitnah Hancurkan Persatuan Bangsa

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Gubernur Sumut Perkuat Jaminan Kesehatan Mitra Ojol, Dorong Cek Kesehatan Gratis di Lapangan
  • Jaringan Ganja di Perkebunan Tapsel Terbongkar, Dua Tersangka Diamankan dengan 5.000 Gram Narkotika
  • Pencurian Motor di Kebon Jeruk: Pelaku Bobol Kunci dengan Letter T Saat Korban Tidur
  • Pancasila sebagai Ideologi Universal: Megawati Sambut Apresiasi Deputi PM Kamboja
  • Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Pendaki Muda yang Jatuh di Jurang 100 Meter Jalur Torean Rinjani
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.