RI News. Jakarta, 24 Juli 2026 — Ratusan pelajar SMA Negeri 55 Jakarta berkesempatan menjejakkan kaki di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, saat mengikuti program “Istana untuk Anak Sekolah” yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Kunjungan tersebut tidak sekadar wisata, melainkan pengalaman mendalam yang memperkenalkan generasi muda pada sejarah dan simbol kenegaraan sekaligus menumbuhkan semangat bermimpi serta berkontribusi bagi masa depan Indonesia.
Salah seorang peserta, Zhafirah Zeta, mengungkapkan kegembiraannya yang luar biasa. Baginya, menginjakkan kaki di Istana merupakan momen yang selama ini hanya ia bayangkan melalui layar televisi. “Ini merupakan momen yang tidak bisa terbayarkan betapa menyenangkannya, karena ini juga pertama kali bagi saya yang biasanya hanya melihat Istana Kepresidenan itu melalui layar kaca,” ujarnya.
Tak kalah antusias, Septian Ramdhany merasa terinspirasi oleh kemegahan kompleks Istana. “Benar-benar senang banget, apalagi di sini banyak ruangan-ruangan yang terlihat sangat indah. Apalagi itu membuat semangat saya itu membara sekali ya ingin masuk ke Istana ini dengan pangkat yang setara dengan pejabat-pejabat seperti itu,” katanya.

Selama berkeliling, para siswa menyaksikan berbagai sudut bersejarah mulai dari Aula Hoegeng, ruang kerja Presiden, koleksi patung, hingga lampu kristal yang memukau. Bagi Arneo Rajasa dan Shaniza Rashadya, kunjungan ini membuka wawasan baru tentang dunia pemerintahan. “Menurut aku pengalaman yang pertama untuk mengunjungi Istana Presiden juga dapat pengetahuan baru, terus bisa merasakan gimana rasanya jadi menteri terus bisa ke ruang-ruang rapat,” tutur Shaniza.
Kesan mendalam juga dirasakan Anna Nadiatun Nabilah dan Yuge Abdihan Putra. Keduanya berharap pengalaman serupa dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali. “Semoga apa yang kita rasakan dapat juga dirasakan oleh anak-anak seluruh Indonesia,” ucap mereka.
Di balik rasa kagum, para pelajar membawa pulang semangat baru untuk berkontribusi. Zhafirah mengajak generasi muda agar berani menyuarakan gagasan. “Ayo kita kuatkan lagi semangat kita bersama-sama, kita berani untuk menyuarakan ide-ide kita, inspirasi kita, inovasi kita untuk negara Indonesia ke depannya,” serunya.
Baca juga: Prabowo: Kritik Selamatkan Demokrasi, Fitnah Hancurkan Persatuan Bangsa
Guru pendamping, Reisti Hudatul, menilai program ini sangat bermanfaat. Ia berharap inisiatif “Istana untuk Anak Sekolah” dapat terus berlanjut agar semakin banyak anak Indonesia mendapatkan kesempatan belajar langsung di pusat kenegaraan. “Harapan kami program ini terus berlanjut, sehingga banyak murid dapat mengambil pelajaran, dan juga dapat bersama-sama untuk saling memahami bahwa Istana juga memberikan banyak peluang bagi mereka di kemudian hari,” katanya.
Pada momen Hari Anak Nasional, Reisti menyampaikan pesan inspiratif: “Selamat Hari Anak Nasional, kepada anak-anak di Indonesia, jangan pernah berhenti untuk bermimpi, terus berjuang dan mencapai cita-cita.”
Program “Istana Untuk Anak Sekolah” hadir sebagai jembatan edukasi yang membuka akses anak-anak Indonesia untuk mengenal lebih dekat sejarah bangsa, nilai-nilai kebangsaan, serta simbol-simbol negara, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Pewarta: Dandy Setiawan
Tagline: #HariAnakNasional, #IstanaUntukAnakSekolah, #SMA55Jakarta, #GenerasiMudaIndonesia, #PendidikanKebangsaan,

