Skip to content
31/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Krisis Naphtha Global Mengguncang Industri Plastik RI: Pemerintah Buru Pasokan Darurat dari India, AS, hingga Afrika

Krisis Naphtha Global Mengguncang Industri Plastik RI: Pemerintah Buru Pasokan Darurat dari India, AS, hingga Afrika

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 minutes read
Krisis Naphtha Global Mengguncang Industri Plastik RI
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah yang memicu krisis rantai pasok dunia, Pemerintah Indonesia tengah mempercepat upaya diversifikasi sumber bahan baku plastik. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa ketergantungan impor naphtha dari kawasan tersebut kini menjadi ancaman serius bagi industri dalam negeri.

“Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor naphtha sebagai bahan baku bijih plastik dari Timur Tengah. Karena imbas perang, pasokan dari sana otomatis terganggu,” ujar Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Sebagai respons cepat, pemerintah telah menjalin komunikasi intensif dengan produsen di India, Amerika Serikat, dan beberapa negara di kawasan Afrika. Menurut Budi, langkah ini merupakan mitigasi jangka pendek untuk menjaga kelangsungan produksi plastik nasional.

“Kami sudah komunikasi dengan para produsen. Memang sudah ada respons positif, tetapi perpindahan pasokan memerlukan waktu. Apalagi kondisi perang juga membuat pengapalan menjadi lebih lambat,” tambahnya.

Budi menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menginstruksikan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk aktif mencari sumber alternatif tambahan. Namun, ia mengakui krisis ini bersifat global. Negara-negara produsen plastik besar seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura mengalami gangguan produksi serupa akibat keterbatasan bahan baku.

Sementara proses impor dari negara-negara alternatif masih berjalan, industri plastik Tanah Air untuk sementara mengandalkan stok yang tersedia. “Impor dari tiga negara tersebut sudah diproses, tetapi butuh waktu. Jadi sekarang masih mengandalkan stok yang ada,” kata Budi.

Pemerintah berupaya mempercepat kedatangan pasokan baru guna meredam kekhawatiran pelaku usaha dan pedagang yang mulai merasakan dampak kenaikan harga bahan baku. Meski demikian, Budi belum bisa memastikan kapan harga plastik di pasaran akan stabil kembali. “Ini memang krisis global. Alternatif bahan baku dari negara lain sebagian sudah kami dapatkan, dan kami terus mencari negara lain yang bisa mensuplai,” tegasnya.

Baca juga : Terobosan OJK Era Prabowo: Catatan Kredit di Bawah Rp1 Juta Tak Lagi Menghalangi Impian Rumah Rakyat

Harga plastik di pasar domestik tercatat naik drastis hingga 30-40 persen sepanjang April 2026. Lonjakan ini dipicu oleh melonjaknya harga naphtha sebagai dampak langsung konflik di Timur Tengah. Gangguan di Selat Hormuz telah menghambat pasokan minyak mentah—bahan dasar utama pembuatan bijih plastik—sehingga ketergantungan impor yang tinggi membuat harga produk akhir ikut terdorong naik tajam.

Dengan strategi diversifikasi yang sedang digenjot, pemerintah berharap tekanan terhadap industri plastik nasional dapat segera diatasi sebelum berdampak lebih luas pada sektor manufaktur dan harga barang konsumen. Perkembangan situasi global tetap menjadi faktor penentu utama keberhasilan langkah mitigasi ini.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Terobosan OJK Era Prabowo: Catatan Kredit di Bawah Rp1 Juta Tak Lagi Menghalangi Impian Rumah Rakyat
Next: Jakarta Menuju Panggung Sinema Dunia: Kolaborasi Strategis dengan Busan Jadi Katalisator Transformasi Ibukota

Related Stories

Dharma sebagai Pelita Perdamaian

Dharma sebagai Pelita Perdamaian: Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Buddha Perkuat Kebajikan di Hari Waisak 2570 BE

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 jam ago 0
Indonesia Siap Menyongsong Era Pasca-2030

Indonesia Siap Menyongsong Era Pasca-2030: Bappenas Tekankan Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Jurnalis RI News Portal Posted on 21 jam ago 0
Bone Menjadi Sentra Hilirisasi Ayam Terintegrasi Pertama di Luar Jawa

Bone Menjadi Sentra Hilirisasi Ayam Terintegrasi Pertama di Luar Jawa

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ganja 6,4 Kilogram Ditemukan di Dalam Lapas, Transparansi Pengawasan Jadi Sorotan Publik
  • Blokade Selat Hormuz Bertahan: AS Tekankan Kekuatan Militer di Tengah Peluang Diplomasi dengan Iran
  • Serangan di Lebanon Selatan Lumpuhkan Jalur Bantuan, PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan Semakin Parah
  • Jejak Abadi Leluhur Jawa di Tepi Selat Melaka: Persilangan Budaya yang Menyatukan Serumpun
  • Khofifah Serukan Dharma sebagai Benteng Perdamaian di Tengah Gejolak Dunia
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.