RI News. Lamongan, 7 Juli 2026 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Jaga Anak sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan. Inisiatif ini menandai komitmen kuat organisasi keagamaan terbesar di wilayah tersebut dalam menjaga tumbuh kembang generasi penerus bangsa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Ketua PCNU Lamongan, Syahrul Munir, menegaskan bahwa Satgas Jaga Anak hadir untuk memberikan pendampingan holistik bagi anak-anak yang menghadapi masalah sosial, psikologis, maupun hukum. Menurutnya, pembentukan satgas ini menjadi manifestasi nyata kepedulian terhadap masa depan anak sebagai pemimpin bangsa di masa mendatang.
Syahrul Munir menjelaskan bahwa Satgas akan memperkuat tiga pilar utama perlindungan anak, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.

Pengukuhan Satgas Jaga Anak dilakukan oleh Rais Syuriyah PCNU Lamongan, KH Salim Ashar, bertepatan dengan Rapat Pleno Pengurus Cabang di Kantor PCNU Lamongan pada hari Minggu. Syahrul Munir berharap satgas ini dapat menjadi garda terdepan dalam upaya edukasi, pencegahan, serta pendampingan yang efektif.
Satgas Jaga Anak juga dirancang untuk mempererat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta aparat penegak hukum. Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Inisiatif PCNU Lamongan mendapat apresiasi positif dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Apresiasi tersebut disampaikan saat Syahrul Munir menghadiri penutupan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Jawa Timur. Dengan dukungan tersebut, Syahrul Munir optimistis Satgas dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan kementerian untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Ketua Satgas Jaga Anak PCNU Lamongan, Umaiyah, menyatakan kesiapan timnya untuk segera menggulirkan program edukasi dan sosialisasi secara masif. Target utama meliputi para pendidik di sekolah, ustaz-ustazah di lembaga keagamaan, serta pengelola pondok pesantren sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan anak-anak.
Baca juga : Misteri Hilangnya Nadira: Keluarga Mahasiswi Telkom University Terjebak dalam Kebingungan Tanpa Jejak
Edukasi tersebut akan disebarluaskan melalui jejaring Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI). Umaiyah menekankan pentingnya mempersiapkan anak-anak sebagai pemimpin masa depan dalam suasana yang sepenuhnya terlindungi dari kekerasan verbal, fisik, sosial, maupun siber. Di era digital saat ini, perlindungan dari kekerasan siber menjadi semakin krusial agar anak dapat tumbuh menjadi individu tangguh dan berkarakter mulia.
Pembentukan Satgas Jaga Anak ini diharapkan tidak hanya menjadi program internal PCNU, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih aman bagi anak-anak.
Pewarta : Wisnu H
Tagline: #SatgasJagaAnak, #PCNULamongan, #PerlindunganAnak, #AntiKekerasanAnak, #NahdlatulUlama, #GenerasiEmasIndonesia,

