Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ketegangan Nuklir Meningkat: Rusia Akhiri Pembatasan Rudal, Perjanjian Terakhir dengan AS Terancam

Ketegangan Nuklir Meningkat: Rusia Akhiri Pembatasan Rudal, Perjanjian Terakhir dengan AS Terancam

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 minutes read
Ketegangan Nuklir Meningkat
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Semarang, 7 Agustus 2025 — Dunia kembali dihadapkan pada bayang-bayang ancaman nuklir setelah Rusia secara resmi mengakhiri pembatasan terhadap penempatan rudal jarak menengah yang sebelumnya diatur dalam Perjanjian INF (Intermediate-range Nuclear Forces). Langkah ini menyusul keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari perjanjian tersebut pada tahun 2019, dan menandai berakhirnya salah satu tonggak penting dalam sejarah pengendalian senjata nuklir antara dua negara adidaya.

Kini, hanya satu perjanjian bilateral yang masih bertahan: New START, yang dijadwalkan berakhir pada 5 Februari 2026. Para ahli menyebut perjanjian itu “secara fungsional sudah mati” setelah Rusia menangguhkan partisipasinya menyusul invasi ke Ukraina, yang menyebabkan penghentian inspeksi langsung terhadap fasilitas nuklir Rusia.

“Berakhirnya perjanjian-perjanjian ini tidak serta-merta membuat perang nuklir lebih mungkin terjadi, tapi jelas tidak membuatnya lebih kecil kemungkinannya,” ujar Alexander Bollfrass, pakar pengendalian senjata dari International Institute for Strategic Studies.

Sejak krisis rudal Kuba pada 1962, AS dan Uni Soviet telah menandatangani sejumlah perjanjian penting untuk meredakan ketegangan nuklir. Di antaranya SALT I dan ABM pada 1972, INF pada 1987, serta START I pada 1991. Perjanjian-perjanjian ini berhasil menurunkan jumlah hulu ledak nuklir secara signifikan. Pada puncaknya di tahun 1986, Uni Soviet memiliki lebih dari 40.000 hulu ledak, sementara AS memiliki lebih dari 20.000. Kini, menurut Federation of American Scientists, Rusia memiliki 5.459 hulu ledak dan AS 5.177 — bersama-sama mencakup 87% dari total senjata nuklir dunia.

Namun, tren pengurangan senjata nuklir kini terancam terhenti. Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan rencana penempatan rudal hipersonik Oreshnik di Belarus, sekutu dekat Moskow. Sementara itu, AS juga berencana menempatkan rudal konvensional jarak menengah di Eropa dan Pasifik.

Kemungkinan perjanjian baru antara AS dan Rusia dinilai sangat kecil. “Tingkat kepercayaan yang dibutuhkan untuk negosiasi dan pelaksanaan perjanjian pengendalian senjata tidak ada saat ini,” kata Sidharth Kaushal dari Royal United Services Institute, London.

Baca juga : Trump Siap Bertemu Putin, Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina Makin Intens

AS kini semakin fokus pada ancaman dari negara lain seperti China, Iran, dan Korea Utara. Pemerintahan Bush dan Trump sebelumnya menarik diri dari beberapa perjanjian dengan alasan bahwa kesepakatan tersebut tidak membatasi pembangunan senjata oleh negara-negara tersebut.

Kaushal memperingatkan bahwa meningkatnya kekuatan nuklir China bisa memicu “spiral kompetitif” di mana AS dan Rusia saling meningkatkan arsenal mereka untuk mempertahankan posisi strategis.

Meski perjanjian-perjanjian era Perang Dingin berakhir, para ahli menekankan bahwa pola pikir kehancuran bersama yang dijamin (mutually assured destruction) masih menjadi penahan utama terhadap konflik nuklir.

Namun, dengan semakin sedikitnya mekanisme pengawasan dan meningkatnya ketegangan global, dunia kini menghadapi masa depan yang lebih tidak pasti dalam hal keamanan nuklir.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Trump Siap Bertemu Putin, Upaya Akhiri Perang Rusia-Ukraina Makin Intens
Next: Review Movie: Orang Ikan – Teror Sunyi di Tengah Laut dan Hutan

Related Stories

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa: Integritas Pemilu Kolombia Diuji di Tengah Ketegangan Politik

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Malam Berdarah di Ukraina

Malam Berdarah di Ukraina: Eskalasi Serangan Rusia Menguji Ketahanan Sipil di Tengah Kekurangan Pertahanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Rapuhnya Gencatan Senjata

Rapuhnya Gencatan Senjata: Serangan Drone Israel Kembali Menghantam Lebanon di Tengah Upaya Diplomasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Terjun ke Lapangan, Fokus Atasi Tuberkulosis di Bendosari
  • Polda Jateng Hadirkan Unit Reaksi Cepat: Strategi Baru Perkuat Keamanan hingga ke Tingkat Lokal
  • Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Screening TB Paru, Jaga Kebugaran Bhabinkamtibmas sebagai Ujung Tombak Masyarakat
  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.