Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Business
  • Geopolitik Memanas, Rupiah Tertekan: Antara Safe Haven Dolar dan Batas Respons Kebijakan Domestik

Geopolitik Memanas, Rupiah Tertekan: Antara Safe Haven Dolar dan Batas Respons Kebijakan Domestik

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Antara Safe Haven Dolar dan Batas Respons Kebijakan Domestik
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan signifikan pada Kamis pagi, melemah 108 poin atau 0,63 persen ke level Rp17.289 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.181 per dolar AS. Pelemahan ini tidak sekadar mencerminkan dinamika pasar jangka pendek, tetapi juga menunjukkan kompleksitas interaksi antara faktor global dan keterbatasan respons kebijakan domestik.

Analis dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan ini telah mendorong lonjakan harga energi global sekaligus meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Pernyataan Donald Trump terkait perpanjangan gencatan senjata sepihak dengan Iran, di tengah tetap diberlakukannya blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, menambah ketidakpastian geopolitik. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa tindakan blokade dan ancaman dari pihak AS menjadi hambatan serius dalam proses negosiasi damai. Perbedaan sikap kedua negara ini memperbesar risiko kegagalan diplomasi, yang secara langsung berdampak pada stabilitas pasar energi global.

Lonjakan harga energi menjadi indikator nyata dari eskalasi tersebut. Minyak mentah Brent tercatat mendekati 98,50 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 89,60 dolar AS per barel. Kenaikan juga terjadi pada harga gas alam Eropa, yang meningkat lebih dari 8 persen. Kondisi ini memperkuat tekanan inflasi global sekaligus memperbesar arus modal menuju aset-aset berbasis dolar.

Dari perspektif kebijakan moneter global, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama turut memperkuat posisi dolar AS. Konsekuensinya, pasar negara berkembang seperti Indonesia menghadapi tekanan arus keluar modal yang berimplikasi langsung pada pelemahan mata uang domestik.

Di tengah tekanan eksternal tersebut, Bank Indonesia memilih mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Kebijakan ini mencerminkan prioritas pada stabilitas nilai tukar, meskipun ruang kebijakan moneter relatif terbatas akibat inflasi yang mendekati batas atas target serta meningkatnya tekanan harga energi.

Baca juga : Menjaga Stabilitas di Tengah Tekanan Biaya: Strategi Negara Menahan Harga Beras Tetap Terkendali

Sebagai langkah stabilisasi tambahan, Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan peningkatan ambang batas transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan swap dari 5 juta dolar AS menjadi 10 juta dolar AS per transaksi. Kebijakan ini bertujuan memperdalam likuiditas pasar valas domestik sekaligus meredam volatilitas di pasar spot.

Namun demikian, efektivitas kebijakan tersebut dalam jangka pendek masih menghadapi tantangan. Likuiditas pasar yang relatif tipis pada awal perdagangan serta meningkatnya permintaan dolar oleh pelaku pasar domestik mempercepat tekanan depresiasi rupiah. Fenomena ini menunjukkan bahwa intervensi kebijakan, meskipun penting, belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan global yang bersifat struktural.

Secara akademis, pelemahan rupiah saat ini dapat dipahami sebagai hasil dari tiga variabel utama: penguatan dolar AS sebagai safe haven, eskalasi risiko geopolitik global, dan keterbatasan ruang kebijakan domestik. Interaksi ketiganya menciptakan tekanan simultan yang sulit diatasi hanya dengan instrumen moneter konvensional.

Ke depan, arah pergerakan rupiah akan sangat ditentukan oleh dinamika geopolitik Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga global, serta konsistensi bauran kebijakan domestik. Dalam konteks ini, stabilitas nilai tukar tidak hanya bergantung pada intervensi pasar, tetapi juga pada kemampuan pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga kredibilitas kebijakan dan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.

Pewarta : Yudha Purnama

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Menjaga Stabilitas di Tengah Tekanan Biaya: Strategi Negara Menahan Harga Beras Tetap Terkendali
Next: Putusan PN Jakpus: Dimensi Hukum Perdata dan Pembuktian Kerugian dalam Sengketa Korporasi Besar

Related Stories

Prabowo Temukan Harapan di Tengah Kisah Perjuangan Anak Bali

Prabowo Temukan Harapan di Tengah Kisah Perjuangan Anak Bali: Transformasi Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Latsarmil Tak Hanya Latihan Militer

ASN Komcad: Latsarmil Tak Hanya Latihan Militer, tapi Juga Akselerator Karier dan Pembentuk Karakter

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Koordinasi PU-BGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gizi di Wilayah Terdepan

Koordinasi PU-BGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gizi di Wilayah Terdepan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Debut Heroik Veda Ega Pratama di Sirkuit Balaton: Finis 16 Besar Meski Dibayangi Penalti
  • Wonogiri Siap Sambut Era Wajib Halal: Sinergi Pemerintah Daerah Perkuat Ekosistem UMKM
  • Desa Pesu Desak Renovasi Jembatan Balong: Warisan Kolonial yang Kian Mengancam Keselamatan dan Mobilitas Warga
  • Kenangan Manis di Tengah Aturan Ketat: Wisuda SMP Negeri Tetap Digelar Tanpa Beban Orang Tua
  • Jonatan Christie Gagal Raih Mahkota Indonesia Open 2026: Dominasi Victor Lai yang Tak Terduga
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.