RI News. Aceh, 29 Mei 2026 – Di ujung barat Provinsi Aceh, sebuah pulau kecil bernama Siumat kini menjadi sorotan. Masyarakat Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, menyuarakan harapan mendesak agar pemerintah membangun dermaga permanen yang layak. Dermaga ini diharapkan menjadi akses transportasi utama yang selama ini menjadi nyawa penghubung pulau terluar tersebut dengan dunia luar.
Kepala Desa Pulau Siumat, Kristian, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi infrastruktur yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, dermaga apung yang sempat dibangun menggunakan dana desa dan dioperasikan sejak Maret 2026 kini telah rusak parah akibat dihantam gelombang besar.
“Dermaga apung tersebut rusak beberapa waktu lalu setelah dihantam ombak. Kami membutuhkan dana yang cukup besar untuk memperbaiki atau membangun dermaga baru yang lebih permanen, namun anggaran desa tidak mencukupi karena membutuhkan sekitar Rp15 juta,” ujar Kristian saat dihubungi Jumat (29/5/2026).

Pulau Siumat yang hanya dapat dicapai dalam waktu 2,5 jam pelayaran menggunakan perahu motor dari Pulau Simeulue memang bergantung sepenuhnya pada dermaga tersebut. Tanpa dermaga yang memadai, aktivitas keluar-masuk warga, distribusi logistik, hingga akses kesehatan menjadi terhambat.
“Dermaga ini satu-satunya akses keluar masuk dari dan ke Pulau Siumat. Masyarakat sangat berharap Pemerintah Kabupaten Simeulue, Pemerintah Provinsi Aceh, maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius untuk membangun atau memperbaiki dermaga ini,” tambah Kristian.
Camat Simeulue Timur, Ali Afwan, membenarkan kesulitan yang dihadapi warga. Menurutnya, kondisi dermaga yang rusak berat saat ini sangat menyulitkan masyarakat, terutama dalam situasi darurat.
“Saat ini masyarakat kesulitan naik turun kapal penyeberangan. Apalagi ketika ada warga yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit di ibu kota kabupaten. Dermaga ini benar-benar menjadi pintu masuk dan keluar utama bagi masyarakat Pulau Siumat,” kata Ali Afwan.
Baca juga : KSP Garansi Percepatan Program Industri Prabowo: Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha Diuji di Lapangan
Kabupaten Simeulue sendiri merupakan wilayah kepulauan terluar di Aceh yang terletak di Samudra Hindia, sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra. Sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat pada 1999, kabupaten ini memiliki 10 kecamatan dan 138 gampong dengan total penduduk sekitar 96 ribu jiwa.
Keterisolasian Pulau Siumat mencerminkan tantangan pembangunan di wilayah-wilayah terdepan Indonesia. Keberadaan dermaga permanen tidak hanya akan memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pulau kecil yang selama ini kerap terpinggirkan.
Harapan masyarakat Pulau Siumat kini tertuju pada respons cepat dari berbagai tingkat pemerintahan agar pulau terluar ini tidak lagi ditinggalkan dalam keterbatasan infrastruktur.
Pewarta: Jaulim Saran

