RI News. Jakarta – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas ancaman terorisme. Delapan orang terduga anggota jaringan Jamaah Anshoru Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan kelompok teror global ISIS berhasil diamankan dalam operasi dini hari di wilayah Sulawesi Tengah.
Penangkapan tersebut berlangsung pada Rabu dini hari, sekitar pukul 01.30 hingga 03.30 WITA, secara serentak di Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong. Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana, mengonfirmasi keberhasilan operasi ini dalam keterangan resminya di Jakarta pada Rabu.
“Densus 88 Antiteror Polri telah melakukan kegiatan penegakan hukum terhadap delapan orang jaringan Jamaah Anshoru Daulah,” ujar Mayndra.

Keempat orang yang ditangkap di Kabupaten Poso adalah R (32), AT (29), RP (32), dan ZA (37). Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong, petugas berhasil mengamankan A (43), A (46), S (47), dan DP (39).
Berdasarkan penyelidikan awal, kedelapan terduga tersebut diduga kuat terlibat dalam penyebaran propaganda terorisme melalui media sosial. Mereka disebut aktif mengunggah dan membagikan konten berupa gambar, tulisan, serta video yang mempromosikan paham radikal dan mendukung ideologi terorisme. Selain aktivitas propaganda, para tersangka juga diduga terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung jaringan terorisme lainnya yang saat ini masih didalami penyidik.
“Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut,” tegas Mayndra.
Baca juga : Agung Firman Sampurna Bela Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook: “Saya Hanya Mengenal Secara Jabatan”
Operasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat keamanan untuk mencegah penyebaran ideologi radikal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional. Sulawesi Tengah, khususnya Poso, telah lama menjadi perhatian serius karena riwayat konflik dan keberadaan sel-sel pendukung kelompok ekstremis di masa lalu.
Penangkapan ini diharapkan dapat memutus rantai rekrutmen dan propaganda kelompok terafiliasi ISIS di wilayah tersebut. Densus 88 menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga agar ancaman terorisme tidak berkembang lebih luas di tengah masyarakat.
Penyelidikan mendalam terhadap kedelapan tersangka masih berlangsung, termasuk kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan yang lebih luas di dalam dan luar negeri.
Pewarta : Marco Kawulusan


