RI News. Jakarta, 8 Juli 2026 — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto, menegaskan komitmen kuat lembaganya dalam menjaga kerahasiaan data yang disampaikan pelaku usaha selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Sebagai sensus kelima sejak pertama kali digelar pada 1986, kegiatan pendataan ini diharapkan menjadi fondasi akurat bagi perencanaan pembangunan ekonomi nasional dan daerah.
“Saya menjamin bahwa data yang nanti diberikan dijamin kerahasiannya, karena BPS ini sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, harus dijaga (kerahasiaan data),” kata Kadarmanto dalam acara yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Kadarmanto menambahkan bahwa seluruh petugas sensus telah menjalani pelatihan intensif sebelum turun ke lapangan. Pelatihan tersebut mencakup etika pendataan serta pemahaman mendalam mengenai pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada masyarakat dan pelaku usaha. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik terhadap proses pendataan.
Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh lapisan usaha dan rumah tangga di Indonesia, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti warung, toko, hingga bengkel, sampai perusahaan-perusahaan besar di mal-mal, pusat perkantoran, dan kawasan bisnis. Dengan cakupan yang komprehensif ini, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dunia usaha dan sosial-ekonomi masyarakat saat ini.

Menurut Kadarmanto, partisipasi aktif pelaku usaha dalam sensus ini akan memberikan manfaat konkret bagi pengembangan bisnis mereka. Data yang terkumpul akan menjadi bahan utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung, seperti penyediaan infrastruktur yang tepat sasaran dan program-program pemberdayaan usaha.
“Bagi masyarakat, apabila dunia usaha berkembang, maka akan meningkatkan peluang kerja, informasi pasar menjadi lebih jelas, dan ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadarmanto menekankan pentingnya partisipasi masyarakat. “Partisipasi di dalam sensus sangat berarti untuk menghasilkan data yang akurat dan bermanfaat bagi pembangunan nasional, khususnya pembangunan di bidang ekonomi, karena data 10 tahun sekali inilah yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah,” tuturnya.
Baca juga : Belgia Hancurkan Harapan Tuan Rumah AS, Lolos ke Perempat Final dengan Dominasi Memukau
Data hasil Sensus Ekonomi juga diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, dengan menyediakan informasi akurat tentang struktur ekonomi ibu kota yang semakin dinamis.
Proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara nasional oleh BPS mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk berpartisipasi secara aktif dan jujur demi keberhasilan sensus ini.
Pewarta : Yogi Hilmawan
Tagline: #SensusEkonomi2026, #BPSJakarta, #KerahasiaanData, #UMKM, #PembangunanEkonomi, #JakartaGlobal,

